Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Empat Ton Miras CT Gagal Diselundupkan
MIRAS CT: Dir Sabhara Polda Kaltim Kombes Pol Drs Thofan Herinoto memperlihatkan barang bukti miras CS yang diamankan
MIRAS CT: Dir Sabhara Polda Kaltim Kombes Pol Drs Thofan Herinoto memperlihatkan barang bukti miras CS yang diamankan

Empat Ton Miras CT Gagal Diselundupkan

Siap Diedarkan di Balikpapan dan Samarinda

BALIKPAPAN- Penyelundupan empat ton miras tradisional Cap Tikus (CT) asal Manado Sulawesi Utara berhasil digagalkan Dit Sabhara Polda Kaltim, Senin (28/11) dinihari.
Miras CT yang terbungkus dalam 100 karung itu diangkut melalui jalur laut pelabuhan penyeberangan ferry Kariangau- Palu.
Pengungkapan bermula saat anggota Dit Sabhara Polda Kaltim melakukan patroli rutin ke kawasan Kariangau, Minggu (27/11) malam hingga Senin dini hari.
Saat melakukan patroli yang menjadi tugas rutin dari Sabhara ini mencurigai adanya aktivitas bongkar muat barang yang dilakukan sekira pukul 04.00 Wita, di pinggir jalan poros Kariangau, Balikpapan Barat tepatnya di depan pelabuhan ferry Kariangau.
Kecurigaan petugas Kepolisian ini setelah melihat sejumlah karung diturunkan dari bak truk jenis Hino bernomor polisi DB 8517 AR dan dipindahkan ke mobil pikap.
Setelah dihampiri benar saja sejumlah karung yang diturunkan ternyata berisi miras jenis CT. Setiap karung berisi 40 liter miras CT. Dengan sigap petugas langsung mengamankan barang bukti satu truk CT dengan total 4 ton miras beserta sopir dan pemiliknya.
Direktur Sabhara Polda Kaltim Kombes Pol Drs Thofan Herinoto mengatakan penangkapan satu truk miras CT ini berkat patroli rutin yang dilakukan anggota Sabhara Polda Kaltim. “Ini merupakan tugas rutin Sabhara, sesuai dengan tupoksi  Sabhara yaitu Turjawali fungsi preventif, kalo tertangkap tangan begini kita bisa melakukan represif,” terang Thofan kepada Koran Kaltim Senin (28/11) kemarin.
Setelah dilakukan pemeriksaan singkat yang dilakukan kepolisian, rencananya miras tersebut akan diedarkan di wilayah Balikpapan dan Samarinda. Namun belum sempat diedarkan petugas keburu menangkap pemilik dan barang bukti. “Dari pengakuannya mau diedarkan di wilayah Balikpapan dan Samarinda, selanjutnya kita akan limpahkan ke Polres Balikpapan untuk penanganannya,” bebernya.
Dari hasil pemeriksaan sang pemilik yang diketahui berinisial FN membeli CT di Manado dengan harga Rp1,2 juta setiap karungnya, setelah berada di Balikpapan dijual kembali dalam kemasan kantong plastik kecil dan botol.
Dika (23) yang merupakan sopir truk tersebut mengatakan baru kali ini membawa truk bermuatan CT. “Saya hanya sopir saja, ini truk ekspedisi, biasa bawa buah alat-alat perusahaan, baru sekali ini bawa CT,” akunya.
Sampai saat ini barang bukti satu truk beserta isinya 100 karung CT, masih diamankan di Mako Dit Sabhara Polda Kaltim dan akan segera dilimpahkan ke Polres Balikpapan.(yud)