Breaking News
Home >> Politik >> Enggan Beberkan Strategi Terlalu Dini

Enggan Beberkan Strategi Terlalu Dini

Pilkada Tarakan 2018

TANJUNG SELOR – Jelang Pilkada Kota Tarakan 2018 mendatang, salah satu kader PDI Perjuangan yang menduduki jabatan Ketua Komisi I DPRD Kaltara Norhayati Andris saat ditemui masih enggan berkomentar banyak terkait pesta demokrasi tersebut. Dikatakannya, pernyataan Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltara, Jhonny Laing Impang yang masih wait and see itu memang benar.
Meskipun dia mengakui saat ini suhu politik di Tarakan sudah mulai terasa dengan munculnya beberapa nama tokoh, baik dari partai maupun non partai. “Belum kami membahas soal itu, masih jauh juga waktunya,” katanya.
Ia menjelaskan, secara garis besar PDIP adalah partai yang berhasil mendukung dan mengusung figur yang dipercaya oleh masyarakat Kaltara. Sebut saja Pilkada Kaltara, Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung pada 2015 lalu, PDIP berhasil menunjukan bahwa partai pemenang Pileg 2014 juga bisa memenangkan pilkada di provinsi termuda ini.
Dia menjelaskan, strategi yang digunakan sejauh ini oleh PDI Perjuangan, khususnya di Kaltara dipandang berhasil. Khusus di Tarakan, Norhayati masih enggan membeberkan secara detail. “Soal strategi nanti dulu, ini masih panjang prosesnya,” elaknya.
Sementara untuk proses penjaringan, butuh waktu yang panjang ditambah dengan fit and proper test. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu acuan partai moncong putih ini dalam menentukan figur pilihan.
“Meski di Tarakan kami bukan partai pemenang pada Pileg 2014 lalu, namun kami tetap berupaya untuk bisa mengusung ataupun mendukung figur yang bisa memenangkan pilkada nantinya,” katanya.
Dikonfirmasi terkait koalisi, pihaknya memastikan akan melakukan ko-munikasi dengan partai lain. Namun ia mengaku, saat ini belum fokus ke arah tersebut. Memang, PDIP ke depan bakal berkoalisi dengan partai yang bisa satu visi dan misi dalam memenangkan pilkada, tapi menurutnya waktu masih cukup panjang.
“Harus banyak masukan dari semua pihak, khususnya kader partai. Termasuk duduk bersama antar DPC di tingkat kabupaten dan seluruh kader partai termasuk simpatisan untuk memper-timbangkan figur yang bakal diusung atau didukung nantinya,” tutupnya. (zz)