Published On: Rab, Mei 29th, 2013

Fakultas Kedokteran Unmul Paling Murah se-Indonesia

Lebih Dekat dengan Fakultas di Unmul (9)

Sejak dibuka pada 2001 lalu, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mulawarman langsung jadi primadona. FK Unmul langsung diburu pendaftar. Saat itu, fakultas dengan bangunan megah di Jalan Barong Tongkok, Kampus Gunung Kelua Samarinda baru berstatus program studi.

Kini, peralatan dan labora-torium lengkap telah dimiliki. Untuk tenaga pengajar, kini ber-jumlah 44 orang Semuanya bersta-tus magister. Bahkan, 81 dokter spesialis di RSUD AW Sjahranie juga bekerja sama dengan fakultas ini untuk membimbing mahasiswa yang menempuh koas.
“Sistem semesternya memang paket, jadi mahasiswa tak bisa mengambil mata kuliah ke semester yang lebih tinggi, meski SKS (Satuan Kredit Semester)-nya cukup,” ucap salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2008, Akbar Ramdani kepada media ini, kemarin.
Menurutnya, kalau dihitung-hitung, bila ingin menjadi dokter dengan menempuh pendidikan di FK Unmul, harus menghabiskan Rp40 juta lebih. Jumlah itu merupakan akumulasi dari dana Ikatan Orangtua dan Mahasiswa (Ikoma) Rp4 juta yang dibayar ketika pertama masuk dan biaya Sumbangan Peningkatan Pendidikan (SPP) per semester Rp 2,5 juta.
Di FK Unmul ada 14 semester yang harus ditempuh. Itu berarti untuk SPP sebesar Rp 35 juta. Belum termasuk buku kedokteran yang harus dibeli. Sebagai gambaran, ada buku kedokteran yang membahas anatomi dihargai Rp 1,5 juta per bukunya.
“Yang jelas, harus keluar Rp40 jutaan. Kalau soal buku, itu tidak wajib. Tapi kalau tak dibeli, tentu banyak pengetahuan yang tak kita ketahui,” ujar Akbar.
Sistem perkuliahan di fakultas ini juga berbeda dari fakultas lain. Di fakultas ini, 10 semester awal digunakan untuk pengenalan dan teori. Setelah menyelesaikan 10 semester awal ini, mahasiswa dilantik dengan gelar Sarjana Kedokteran (SKed). Selanjutnya, 4  semester terakhir digunakan untuk mengikuti koas atau istilah pemagangan dokter muda di rumah sakit. Setelah lulus koas, mahasis-wa baru berhak menyandang gelar dokter di depan namanya. “Jadi, memang tak bisa lulus lebih cepat. Semua tahapan harus diikuti,” jelasnya
Dekan Fakultas Kehutanan dr Emil Moerad Bachtiar Sp.P menyebutkan, fakultas ini memang mendukung program peningkatan tenaga dokter di Kaltim. Tapi, membentuk seorang dokter katanya, membutuhkan waktu dan proses. Apalagi bila ingin memberikan output dokter yang bebas malapraktek. “Ilmu kedokteran tidak bisa didapatkan secara instan. Karena itu, belajarnya juga lama, bisa 6 hingga 7 tahun. Tapi, kami sebisa mungkin mendukung visi pemerintah meningkatkan tenaga dokter di Kaltim,” ujarnya.
Dijelaskannya, di Universitas Indonesia (UI) minimal dibutuhkan dana Rp 260 juta bila ingin menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran.  “Bahkan, ada yang Rp 1 miliar. Ini karena mereka menjalin kerja sama dengan Dewan Pendidikan di Australia dan negara lainnya. Karena itu, biaya kuliah di Faskultas Kedokteran Unmul bisa dibilang termurah di Indonesia,” jelasnya.
Untuk jumlah peminat per tahunnya, mencapai ratusan orang. Padahal, kuota kursi di fakultas ini tiap angkatan hanya 50 mahasiswa. (hfd612-bersambung)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web