Dipublish: 14 Juli 2013, 21:40

FPI Desak Pemkot Cabut Rekomendasi

Operasional 12 Biliar Selama Ramadan, Ancam Demo Besok

SAMARINDA - DPW Front Pembela Islam (FPI) Samarinda mendesak Pemkot bersikap tegas menutup izin operasional 12 arena biliar yang beroperasi di bulan suci Ramadan. Salah satu arena biliar dimaksud yakni Biliar Dolfin di Jalan Pulau Irian Samarinda yang diketahui dari laporan warga. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi biliar pada Jumat (13/7) malam lalu, ternyata benar masih beroperasi. Pemilik berdalih mengantongi rekomendasi DPRD Samarinda jelang Pekan Olahraga Provinsi. Hanya saja, rekomendasi itu bertentangan dengan Peraturan Walikota Nomor 32/ 2006 yang mengatur waktu beroperasinya arena biliar selama Ramadan.
“Kami minta ketegasan Pemkot untuk menutup sementara operasional 12 arena biliar di Samarinda selama bulan Ramadan. Sesuai ketentuan, selama Ramadan tak ada Tempat Hiburan Malam (THM) dan arena biliar yang boleh beroperasi. Kecuali untuk even olahraga dan kejuaraan, seperti persiapan atlet berlatih jelang Porprov 2014. Tapi, tidak sebanyak 12 arena biliar dengan jumlah atlet 15 orang,” tegas Rasyid Ridla kepada Koran Kaltim, kemarin.
Bahkan, permintaan itu bertujuan untuk menjaga situasi kondusif di Samarinda serta kekhusyuan umat muslim beribadah selama Ramadan. Menurutnya, jika memerlukan arena biliar untuk latihan atlet Samarinda, maka komplek olahraga di Stadion Madya Sempaja dapat dijadikan salah satu venue biliar.
“Kami minta pemerintah tegas mencabut rekomendasi dibuat DPRD Samarinda terhadap 12 biliar yang diperbolehkan beroperasi selama Ramadan. Karena, FPI tetap berpegang pada Perwali Nomor 32 Tahun 2006. Jika tak dicabut, maka jangan salahkan jika FPI yang menutup arena biliar tersebut. Karena, informasi ini sudah kami sebarluaskan ke kapolres, walikota dan satpol PP. Harapan kami, Pemkot bisa bersikap tegas,” ungkapnya.
Rencananya, hari ini akan digelar pertemuan membahas rekomendasi 12 biliar yang diperbolehkan beroperasi selama Ramadan. Pasalnya, Walikota Syaharie Jaang yang dikonfirmasi FPI, mengaku tak mengetahui soal rekomendasi tersebut.
“Rekomendasi itu terbit atas permohonan KONI Kota ke DPRD Samarinda. Padahal, jumlah venue yang beroperasi jika dibandingkan jumlah atlet yang berlatih sangat tidak sesuai,” terangnya.
Jika dalam pertemuan hari ini tak diperoleh keputusan tegas, Selasa (16/7) besok akan digelar unjuk rasa FPI di Pemkot Sama-rinda untuk menuntut penutupan biliar selama Ramadan. (ca)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger