Dipublish: 4 Juni 2013, 22:03

FPI Dukung Penyegelan Red Square

SAMARINDA - Front Pembela Islam (FPI) Samarinda mendukung penyegelan Red Square di lantai 5 Hotel Aston Samarinda dilakukan tim Komisi I DPRD Samarinda, Polresta dan MUI dan Ormas Muhammadiyah serta Satpol Pamong Praja Samarinda, Senin (3/6) dua malam lalu. Pasalnya, Red Square yang difungsikan sebagai Tempat Hiburan Malam (THM) itu mengalihkan fungsi lahan parkir menjadi THM dan tak dilengkapi izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang belum mendapat rekomendasi instansi terkait, termasuk tak melengkapi dokumen Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).
“FPI mendukung penyegelan THM Red Square di lantai 5 Aston, karena menyalahi aturan dan ketentuan dalam perizinan,” tegas Ketua DPW FPI Samarinda, Rasyid Ridla kepada Koran Kaltim, kemarin.
Bahkan, pihaknya mendesak Pemkot melakukan evaluasi dan mencabut izin Red Square yang telah beroperasi sejak Jumat (31/5) lalu. Jika Pemkot tak mengindahkan, maka massa FPI mengancam akan melakukan sweefing ke lokasi Red Square.
“Kami akan memantau aktivitas THM Red Square sekaligus memantau perkembangan dilaku-kan badan perizinan di Pemkot Samarinda, apakah serius melaku-kan evaluasi dan mencabut izin Red Square. FPI siap turun tangan jika hal ini tak disikapi serius,” terangnya.
Hal lain yang menjadi perhatiannya, minuman keras turut dijual bebas di Red Square, sedangkan status menjadi THM belum dilengkapi izin.
Seperti diketahui, dari hasil sidak Senin (3/6) lalu, tim gabungan mengunjungi THM berada di lantai 5 yang terhubung dengan parkiran Samarinda Central Plaza (SCP). Dalam inspeksi itu, terungkap beberapa persoalan yang patut menjadi perhatian, yakni beberapa fasilitas wajib tersedia seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tak tersedia di gedung tersebut, kemudian minuman keras yang dijual tak berlabel dari Pemkot. Sehingga, tim menyita miras yang diperjualbelikan sekaligus menyegel Red Square untuk waktu tidak ditentukan. (ca)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger