Home >> Balikpapan >> Freddy Klaim Satpol PP Bebas Pungli

Freddy Klaim Satpol PP Bebas Pungli

BALIKPAPAN- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan, Fredy Pasaribu mengingatkan kepada anggotanya untuk menghindari tindakan pemerasan dan pungli terhadap masyarakat terutama Pedagang Kaki Lima (PKL).
Jika terbukti anggotanya melakukan pungli atau pemerasan, Dia menyatakan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas berupa pemecatan. “Anggota Satpol PP dituntut lebih humanis dalam bertindak, dekat dengan rakyat dan bisa lebih persuasif. Prinsipnya pelayanan terbaik kepada rakyat menjadi yang utama dan mutlak di kedepankan. Yang penting jangan pernah ada tindakan pemerasan atau pungli. Jika ditemukan hal tersebut makan konsekuensinya yang bersangkutan langsung dipecat,” tegasnya, Rabu (10/16).
Menurutnya, akibat pungli, moral instansi menjadi rusak karena Freddy Pasaribu mengharamkan pungli bagi jajarannya. “Pungli dapat mengganggu tugas instansi, proses penetiban akan terhambat jika aksi pungli dibiarkan,” tandasnya.
Freddy mengaku, sejak beberapa waktu silam telah melakukan antisipasi bebas pungli di tubuh instansi Satpol PP. Menurutnya, aksi pungli di tubuh Satpol PP tidak mencerminkan perilaku sebagai penegak ketertiban umum. “Kalau kita sudah dari dulu antisipasi jangan sampai terjadi ada anggota kita diberi sesuatu oleh PKL. Jangan sampai ada lah pungli-pungli itu,” ucapnya.
Ia mengaku, sering mengingatkan personel Satpol PP untuk tidak bermain dalam melakukan penertiban umum. “Tapi selama saya menjabat di sini tidak pernah saya temukan ada staf Satpol PP kami melakukan pungli,” klaimnya.
Fredy mengakui jajaran anggotanya tidak mudah menghadapi kondisi sesungguhnya di masyarakat. Terlebih, dalam menghadapi persoalan yang berpotensi terjadi konflik.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi anggota Satpol PP.” Ya kita minta sikap profesionalitas mesti dikedepankan,” tandasnya.
Fredy juga mengatakan, sepanjang tahun 2016 ini pihaknya telah memberhentikan satu anggota. Namun yang diberhentikan tersebut bukan karena melakukan pungli, akan tetapi terkait dengan perilaku indisipliner. “Dia sering tidak ngantor, sudah diberikan SP (surat peringatan) tetapi tidak diperhatikan. Nah melalui SK Walikota yang bersangkutan diberhentikan,” tukasnya. (din)