Home >> Samarinda >> Gaji Pegawai Bakal Tertunda Lima Bulan

Gaji Pegawai Bakal Tertunda Lima Bulan

SAMARINDA – Opsi untuk kembali berutang seperti yang disampaikan DPRD Samarinda kepada Pemkot Samarinda saat menggelar pertemuan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beberapa waktu lalu sebagai langkah mengantisipasi defisit anggaran yang saat ini terjadi dipastikan tak diambil oleh pemkot.
Memaksimalkan anggaran yang ada sebesar Rp1,8 Miliar jadi hal yang ingin dilakukan pemerintah daerah agar roda pembangunan tetap bisa berjalan seperti biasa. Hal ini ditegaskan Penjabat Sekkot Samarinda Hermanto kepada media ini kemarin.
“Tidak mungkin lah kami mau berutang lagi sementara utang yang ada saja ke pihak ketiga belum kami bayar, belum lagi ada utang dari Jamkesda. Kemungkinan besar kami tetap memanfaatkan anggaran yang ada,” kata Hermanto.
Saat ini pemerintah dikejar jadwal untuk pengesahan anggaran tahun 2017 yang ditargetkan rampung akhir bulan ini namun masih harus melewati pembahasan kembali oleh pihak legislatif untuk selanjutnya disahkan dalam rapat pariputna. “RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah) sudah rampung, tinggal disahkan saja bersama anggota Banggar (Badan Anggaran). Kalaupun tahun depan tidak ada kegiatan pembangunan, apa boleh buat, toh pembangunan harus tetap jalan. Saya pun tidak ada kepentingan, jadi tidak ada yang bisa dipaksakan untuk pembangunan baru,” tuturnya.
Hermanto juga menyebutkan tahun 2017 tidak ada kegiatan studi banding ke daerah lain karena dinilai terlalu membuang anggaran daerah. Bahkan gaji untuk pegawai juga bisa menjadi imbas dari tercekiknya anggaran yang ada saat ini. “Kalaupun ada yang harus dikurangi, nanti tidak ada lagi anggaran untuk studi banding, kalau untuk membandingkan prestasi saja tidak masalah. Jadi kedepannya kegiatan kami benar-benar banyak dirasionalisasikan termasuk gaji pegawai yang bakal tertunda hingga lima bulan,” pungkasnya. (ms315)