Gelang Kaki Ini Berguna untuk Kesehatan


korankaltim
korankaltim
2016-10-19 05:00:46
LEBIH dari enam juta orang memiliki kandung kemih yang lemah. Hal ini membuat mereka kerap keluar-masuk kamar kecil.

Namun kini permasalahan beser itu sedikitnya bisa tertanggulangi. Ini berkat gelang kaki temuan National Health Service (NHS) di Inggris.

Dengan memakai gelang kaki tersebut secara rutin setiap hari, mampu mengurangi frekuensi Anda pergi ke kamar mandi. Perangkat ini bekerja dengan merangsang saraf yang berjalan kaki dan dapat sangat efektif untuk orang-orang yang memiliki kandung kemih lemah.

Mengisi dan mengosongkan kandung kemih melibatkan interaksi kompleks antara sinyal saraf dan otot di dasar panggul yang bekerja sama untuk memproduksi urin. Pada mereka yang berkandung kemih lemah, impuls saraf yang rusak menyebabkan otot-otot berkontraksi, sehingga menamah frekuensi Anda ke kamar kecil. Kondisi ini digambarkan sebagai ‘inkontinensia’.

Hal ini berbeda dari inkontinensia stres yang disebabkan oleh melemahnya otot, biasanya diderita oleh wanita setelah melahirkan dan yang dapat diatasi dengan latihan panggul di lantai penguatan otot. Sementara, gelang kaki ini memiliki sebuah implan yang disebut microstimulator yang ditempatkan di samping saraf tibialis pergelangan kaki. Microstimulator mengeluarkan arus listrik yang ringan ke saraf.

Saraf ini berjalan dari tumit ke lutut dan terhubung ke saraf sciatic yang berjalan sampai kaki ke panggul dan terus menuju saraf yang mengontrol fungsi kandung kemih. Dokter bedah Ginekologi dari University College London Hospitals NHS Trust, Sohier Elneil telah menguji teknologi gelang kaki ini terhadap 18 pasien.

“Kami percaya bahwa alat ini bisa memperbaiki pengiriman sinyal keliru ke otak yang mengirimpkan pesan untuk mengosongkan kandung kemih,” katanya. Para pasien itu menggunkana gelang kaki tersebut selama 30 menit. Hasilnya tidak sedikit pasien yang berhasil mengurangi frekuensi buang air kecil hingga 50 persen.

“Ini memang bukan obat, tapi jika dibayangkan bahwa Anda mengurangi kunjungan ke toilet pada malam hari dari delapan menjadi empat, dan siang hari dari 20 sampai sepuluh, itu merupakan peningkatan yang signifikan,” kata Sohier Elneil. (rol)

baca LAINNYA