Home >> Planet Football >> Gengsi Pemuncak Klasemen
PEMBUKTIAN YANG TERBAIK: Pertemuan pertama Arsenal saat Alex Oxlade-Chamberlain (tengah) diadang pemain PSG di Paris  yang berkesudahan 1-1.
PEMBUKTIAN YANG TERBAIK: Pertemuan pertama Arsenal saat Alex Oxlade-Chamberlain (tengah) diadang pemain PSG di Paris yang berkesudahan 1-1.

Gengsi Pemuncak Klasemen

Arsenal   vs   Paris Saint-Germain

LONDON – Pertemuan antara Arsenal kontra ParisSaint-Germain pada matchday kelima fase penyisihan Liga Champions Grup A sejatinya hanyalah formalitas bagi kedua klub dari Inggris dan Prancis tersebut mengingat tiket ke 16 Besar sudah sama-sama dalam genggaman.
Namun gengsi sebagai pemuncak klasemen yang akan jadi pertaruhan di Emirates Stadium, London, Kamis (24/11) dinihari nanti karena setidaknya dengan memimpin grup bisa menghindarkan mereka dari bertemu lawan kuat di fase knock out. Saat ini Arsenal ada di atas PSG dengan mengantongi poin sama 10 dan sudah tidak bisa dikejar oleh FC Basel dan Ludogorets yang sama-sama mengoleksi satu poin.
Dipertemuan pertama mereka musim ini, tidak ada pemenang di antara kedua tim setelah pertandingan yang digelar di Parc Des Princes berakhir dengan 1-1 dan siapapun yang kalah di laga ini berarti jadi yang pertama karena dalam empat pertandingan The Gunners dan Les Parisiens belum pernah merasakan kehilangan poin penuh.
“PSG tes bagus buat kami. Ini adalah tim di atas segalanya di Prancis. Karena itu ujian ketangguhan tim ada saat menghadapi mereka,” ucap Arsene Wenger, arsitek Arsenal.
Wenger belum bisa memainkan Hector Bellerin, Lucas Perez, Santi Cazorla, Chuba Akpom, Per Mertesacker dan Danny Welbeck yang mengalami cedera. Selain enam pemain tersebut, seluruh punggawa The Gunners siap mengamankan poin penuh di depan pendukung mereka sendiri. “Kami mendapatkan hasil positif akhir pekan lalu dengan menahan Manchester United. Itu jadi motivasi pemain untuk kembali memperlihatkan permainan impresif melawan PSG nanti,” imbuh Wenger.
Wenger mempercayakan David Ospina di bawah mistar gawang dibentengi Carl Jenkinson sementara Olivier Giroud bisa diandalkan di barisan depan dengan Alexis Sanchez digeser kembali ke posisi aslinya, yaitu winger.
Di kubu tim tamu, pelatih Unai Emery dipusingkan dengan badai cedera yang datang dalam waktu cepat. Pada akhir pekan lalu tercatat ada lima pemain mereka yang mengalami cedera, salah duanya adalah pemain penting Angel Di Maria dan Javier Pastore. “Kami tak boleh mengulang kesalahan seperti di pertemuan pertama lalu. penting bagi tim ini untuk meraih kemenangan dan berada di posisi teratas klasemen hingga akhir fase grup,” tegas Emery.
Emery diprediksi akan tetap memainkan skema 4-3-3 favoritnya, di mana Hatem Ben Arfa akan digeser bermain menyamping bersama dengan Edinson Cavani dan Lucas Moura di lini serang Les Parisien. Di lini pertahanan, Emery akan kembali mempercayakan duo Brasil yaitu Marquinhos dan Thiago Silva untuk berjaga di depan kiper muda mereka Kevin Trapp. (lbc/mar)