Dipublish: 11 Maret 2013, 17:48

Gepak Tolak Perubahan Nama Sepinggan

SAMARINDA - Gerakan pemuda Asli Kalimantan (Gepak) Kaltim menolak rencana peruba-han nama Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. Mereka meminta rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Kaltim berda-sarkan usulan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak  dibatal-kan. Alasannya, perubahan atau penambahan nama pada Bandara tidak ada manfaat langsung bagi rakyat Kaltim. Lebih penting, Pemprov dan DPRD menguras energi untuk membahas dan me-wujudkan pembangunan infra-struktur seperti jalan trans Kaltim yang kondisinya rusak parah.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Gepak Kaltim Abraham Ingan kepada Koran Kaltim, Minggu (10/3). “Nama Sepinggan atau ‘sepiring’ itu jauh lebih bagus, karena maknanya untuk kebersamaan bagi semua siapa saja yang hidup di Kaltim. Ketimbang Bandara Sepinggan ditambah nama AM Sulaiman yang sifatnya sangat pribadi dan menguntungkan salah satu kelompok demi kepentingan politik tertentu. Oleh karena-nya, saya menolak Ban-dara ditambah nama-nya apalagi diubah. Nama Sepinggan itu sangat bagus artinya secara filosofis, ‘sepiring’ atau satu wadah dan atau satu tempat,” tegasnya.
Terkait usulan peru-bahan nama Sepinggan dimaksud, sambung Abraham, tidak terlalu penting. Lebih penting mengurusi infrastruktur mendasar di Kaltim yang masih jauh dari harapan. “Untuk apa pemerintah dan DPRD Kaltim ngurusin itu. Saya balik bertanya, seberapa pentingnya Bandara itu diubah namanya. Kalau namanya tetap Sepinggan, juga tak merugikan pemerintah. Sebaliknya, jika ditambah atau diubah namanya, toh juga tidak ada untungnya. Jadi saya melihat pe-nambahan nama pada Sepinggan Balikpapan hanya untuk kepen-tingan tertentu. Karena itu, saya menolak lanta-ran sampai hari ini, rak-yat Kaltim belum pernah dilibatkan untuk mendis-kusikan hal itu, termasuk masyarakat Balikpapan yang mempunyai wila-yah,” tegasnya.
Seharusnya, sambung Abraham, Gubernur dan DPRD Kaltim mengajak rakyat Kaltim berbicara sebelum memberikan persetujuan perubahan nama Bandara. “Jika tak melibatkan rakyat, saya sebagai ketua Ormas, sekaligus merupakan bagian dari rakyat Kaltim tidak menyetujui perubahan atau penambahan nama Bandara. Sebab nama Sepinggan itu, jauh lebih besar maknanya, ketimbang diubah akan menjadi berubah pula maknanya,” tandasnya.
Sebelumnya, pimpinan DPRD Kaltim menggelar rapat dihadiri ketua-ketua fraksi dan komisi untuk membahas pergantian nama Bandara Sepinggan. Dari hasil rapat itu, disepakati perubahan nama Bandara Internasional ‘Sepinggan’ Balikpapan menjadi ‘Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan’ Balikpapan.
“DPRD Kaltim menyetujui usulan gubernur soal penggantian nama Bandara Sepinggan menjadi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Alasan logisnya, nama Bandara Sepinggan tidak ada di dalam peraturan daerah, sehingga terlalu berlebihan jika dibentuk Pansus,” kata Sofyan.
Harapannya, masyarakat tidak berpolemik lagi, karena tujuan  penggantian nama bandara merupakan keinginan luhur sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh daerah yang telah berkontribusi besar.  (sua)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger