Dipublish: 1 Maret 2013, 22:39

Golkar Masih Terbanyak Menang

Yakin Menangkan Pilgub Kaltim, Demokrat Belum Hubungi Golkar Soal Awang

JAKARTA- Partai Golkar yakin memenangi pemilihan gubernur (Pilgub) Kaltim yang digelar tahun ini. Meskipun pasangan yang diusung partai berlambang pohon beringin ini kalah dalam dua pemilu, yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar).
Ketua DPP Bidang Organisasi dan Daerah Partai Golkar Mahyudin optimis pasangan Awang Faroek Ishak-Mukmin Faisyal mengikuti kemenangan jagoan mereka di Pilgub Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Jakarta dan Jabar memang kalah, tapi kan tidak semua kalah. Di Sulsel Golkar menang, untuk Kaltim Golkar optimis bisa menang,” kata Mahyudin kepada Koran Kaltim, di Jakarta, kemarin.
Secara umum, lanjut dia, meski kalah di DKI Jakarta dan Jabar, Golkar masih paling banyak memenangi pilkada di seluruh Indonesia.
Anggota Komisi III DPR RI ini menambahkan, Golkar akan mengevaluasi secara menyeluruh kekalahan pasangan-pasangan Golkar di pilkada. Misalnya, apakah faktor kekalahan lantaran tidak optimalnya mesin partai bekerja, atau tidak solidnya kader dalam mendukung pasangan yang sudah ditetapkan partai.
Disinggung sola strategi yang akan digunakan Golkar untuk memenang-kan pasangan Awang (Gubernur Kaltim saat ini) dan Mukmin (Ketua DPRD Kaltim), Sayangnya, Mahyudin enggan menjelaskan.
Mahyudin juga enggan menanggapi kabar Partai Demokrat yang akan mengusung Awang jika mau berpasangan dengan Heru Bambang, yang merupakan kader Partai Demokrat.
“Jangan tanya soal Demokrat. Golkar sudah memutuskan mencalonkan Awang Faroek dan wakilnya Mukmin Faisyal,” kata mantan Bupati Kutim ini.
Apa Partai Demokrat sudah menghubungi Golkar soal ini?
“Belum ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua OKK DPD Partai Golkar Kaltim Dahri Yasin menegaskan hal serupa. Tidak mungkin Awang mau berpasangan dengan figur lain hingga menjelang pendaftaran calon di KPU nanti. Bila ada Parpol lain yang ingin mengusung Awang dengan berbagai persyaratan, sementara Awang sudah berpasangan dengan Mukmin, maka Parpol itu harus komunikasi dulu dengan Partai Golkar secara kelembagaan, tentu tidak menyodorkan persyaratan yang diminta, justru mengikuti persyaratan yang dibuat Golkar.
“Kalau mau jadi partai pendukung, silakan,” katanya.(geb)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger