Breaking News
Home >> Ekonomi kaltim >> Gula Subsidi hanya Beredar di Tarakan

Gula Subsidi hanya Beredar di Tarakan

TANJUNG SELOR – Kaltara mendapat gula subsidi sebanyak 200 ton pada September lalu. Gula yang diperuntukkan bagi seluruh wilayah Kaltara hanya tersebar di Kota Tarakan. Alasannya, Perum Bulog memberikan subsidi ongkos angkut gula hanya sampai ke Tarakan. Di Tarakan, distributor diberikan kesempatan mengambilnya dengan harga jual Rp.11.600. kemudian, Harga Eceran tertinggi (HET) yang dipatok untuk gula subsidi adalah Rp12.500.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltara, Hasmirah menjelaskan, kurangnya minat distributor yang ada di Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung, disebabkan hitungan untung-rugi pengambilan gula subsidi.
“Iya, benar, menurut Bulog Tarakan, gulanya sudah habis. Yang ambil itu hanya distributor di Tarakan. Alasannya karena biaya yang tinggi, makanya distributor di luar Tarakan kurang berminat,” jelas Hasmirah.
Dia menyebutkan, pemerintah hanya memberikan subsidi ongkos angkut hingga ke Tarakan, bukan sampai ke Kabupaten lain di Kaltara. Dengan harga jual Rp11.600 dari Bulog Tarakan ke distributor, dan HET Rp12.500, dinilai tidak menguntungkan bagi penjual. Apalagi HET tersebut menjadi perjanjian antara Bulog dengan distributor.
“Jadi kalau misalnya distributor di Bulungan ambil di Tarakan dengan harga Rp.11.600, terus dia jual ke pedagang Rp12.500, mungkin mereka rasa rugi. Karena jarak Tarakan ke Bulungan butuh biaya angkut yang cukup tinggi. Mungkin ini yang jadi alasannya,” katanya menduga.
Hasmirah menilai, program subsidi gula, awalnya dimaksudkan untuk menekan harga yang tinggi di Kaltara. Tapi karena peredarannya hanya di Tarakan, efek ekonominya tidak dirasakan oleh daerah lain di Kaltara. Bahkan menurut dia, daerah yang sebenarnya sangat membutuhkan penekanan harga gula berada di Bulungan, Malinau dan Tana Tidung.
“Kalau dari survei kita, gula ini yang cukup tinggi di pasar Bulungan, Malinau dan KTT. Harganya antara Rp.16ribu-Rp17.000 per kilogram. Kita semua berharap, kebijakan untuk menekan harga bukan hanya sampai di Tarakan, tapi ke daerah lain di Kaltara juga,” tegas Hasmirah.
Saat ini, tak ada lagi gula subsidi tersisa di gudang Bulog Tarakan. Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, Bulan Oktober tahun 2016, pemerintah kembali mengalokasikan gula subsidi untuk Kaltara. Belum diketahui kapan kepastian distribusi gula tersebut, serta jumlahnya. Tapi Disperindagkop Kaltara berharap peredaran gula tersebut bukan hanya berada di Tarakan. (rul)