Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> Guru di Kutai Timur Banyak yang Cerai
ILUSTRASI sidang cerai
ILUSTRASI sidang cerai

Guru di Kutai Timur Banyak yang Cerai

SANGATTA – Tren pengajuan perceraian di kalangan guru di Kutai Timur (Kutim) terus mengalami peningkatan. Jumlah permohonan cerai dari abdi negara terus bertambah. Hingga bulan November 2016 ini saja, tercatat ada 9 permohonan perceraian yang telah diajukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim.
“Tren pengajuan perceraian untuk guru di Kutim naik dari 0,5 persen menjadi 1 persen. Dan penyebabnya disebabkan karena dipicu karena faktor ekonomi dan adanya pihak ketiga,” kata Kepala Disdikbud Kutai Timur, Iman Hidayat, Kamis (24/11).
Meski demikian, kata Iman, sebelum guru tersebut mengajukan untuk bercerai terlebih dahulu pihaknya melakukan mediasi antara kedua belah pihak. “Kalau tidak bisa dilakukan dengan mediasi, kita bawah ke Pengadilan Agama (PA), untuk diputuskan. Apakah masalahnya bisa diselesaikan atau tidak,” ujarnya.
Sementara itu, saat ditanya terkait jumlah kasus pengajuan perceraian untuk guru di Kutim mulai Januari hingga November 2016, Iman belum bisa merinci disebabkan terlebih dulu harus melihat data yang disajikan stafnya. “Yang pasti tren pengajuan perceraian untuk guru di Kutai Timur naik,” sebutnya.
Sementara itu, Sekkab Kutai Timur Irawansyah saat ditemui, Kamis (24/11) kemarin di Pemkab Kutim, memastikan akan melakukan pengamatan terlebih dulu, dimana letak kesalahan antara kedua belah pihak sampai ingin mengajukan perceraian.
“Tentunya ada kode etiknya, dia tidak boleh mengajar lagi atau ditempatkan ke tempat jauh,” kata Irawansyah.
Tidak hanya itu, kata Irwansyah, penyebab pengajuan percerain tersebut, bisa saja dipicu karena letak geografis. Contohnya istri mengajar di Sangatta dan suami mengajar di Muara Bengkal.
“Seharusnya istri harus ikut suami, karena dimana-mana istri ikut suami. Maka dari itu, kita pikirkan kedepannya, itu bisa saja karena berjauhan, lama tidak ketemu dan bisa menyebabkan hal itu,“ungkap Irawansyah. (sab)