Hambat Investasi, Dua Perda Direvisi

0
1

BONTANG – Dua Peraturan Daerah (Perda) di Bontang bakal direvisi. Penyebabnya, Perda itu dianggap menghambat masuknya investasi yang diharapkan mampu menyumbang pundi rupiah ke kas daerah. Dua Perda tersebut terdiri dari Perda Pajak Daerah dan Perda Jasa Usaha.
Kepala Bagian (Kabag) Hukum Bontang Hariyadi menjelaskan, evaluasi terhadap Perda yang dianggap menghambat masuknya investasi tersebut telah diberlakukan secara nasional. Instruksinya langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo.
“Evaluasi Perda itu bukan saja di daerah. Tapi ada kebijakan nasional yang bertujuan mengevaluasi perda yang hambat investasi, berdasarkan instruksi Presiden Jokowi,” jelasnya.
Sasaran evaluasi yang akan berujung revisi tersebut, salah satunya menyasar Perda pajak daerah yang di dalamnya mengatur tentang olahraga golf. Ia menjelaskan, regulasi saat ini menempatkan olahraga tersebut ke dalam Perda hiburan. Namun setelah dievaluasi pemerintah pusat, ternyata golf masuk ke dalam kategori kategori Perda olahraga.
“Intinya Bontang tidak separah yang lain. Karena hanya salah penempatan saja, kalau daerah lain ada yang sampai dievaluasi secara menyeluruh,” tuturnya.
Perda lain yang bakal direvisi adalah Perda jasa usaha. Dalam kasus ini, harus dievaluasi akibat adanya upaya Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi oleh PT Telkom. Sebab, retribusi yang ditarik oleh pemerintah daerah terlampau besar, sehingga perlu dilakukan perubahan di dalam Perda.
Terkait besaran nilai yang digugat PT Telkom, dia mengaku tak tahu pasti. Sebab, upaya hukum tidak dilakukan oleh PT Telkom yang beroperasi di Kota Bontang, melainkan daerah lain. Kendati demikian, dia menuturkan, jika acuan penetapan retribusi meliputi beberapa hal. Semisal pada lokasi usaha, biaya yang harus dikeluarkan tim Pemkot ketika dilakukan monitoring, hingga pertimbangan lain.
“Intinya, retribusi terhadap PT Telkom di Bontang, akan berbeda dengan PT Telkom di Tenggarong. Karena, di sana jarak dengan kantor pemerintahan terpaut jauh. Jadi nilai retribusi pun lebih tinggi,” ulasnya. (ram914)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here