Breaking News
Home >> Headline >> Hari Jadi ke-30, Dapat Hibah Lahan dari H Rusli
H RUSLI (kiri) menyumbang koin saat aksi solidaritas RSI Samarinda bertepatan hari jadi ke-30 tahun, Jumat (18/11).
H RUSLI (kiri) menyumbang koin saat aksi solidaritas RSI Samarinda bertepatan hari jadi ke-30 tahun, Jumat (18/11).

Hari Jadi ke-30, Dapat Hibah Lahan dari H Rusli

Yarsi dan Direksi RSI Samarinda Gelar Syukuran Sederhana

Jumat (18/11) menjadi hari spesial bagi Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Samarinda dan Direksi RSI Samarinda (RSIS). Pasalnya, rumah sakit yang berdiri sejak 18 November 1986 itu genap berusia 30 tahun. Meski terganjal persoalan izin operasional RSIS, karena hak pakai atas gedung bekas RSU itu telah dicabut oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, syukuran sederhana tetap berlangsung di Masjid Baiturridho RSIS yang dihadiri sejumlah tokoh yang mendukung operasional RSIS tetap melayani masyarakat Kota Tepian, Samarinda. Diantaranya, Ketua MUI Kaltim KH Hamri Haz dan tokoh sekaligis pengusaha Samarinda H Rusli serta jajaran Yarsi, Direksi dan karyawan RSIS.

Abdul Rahman

Jumat (18/11) menjadi hari spesial bagi Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Samarinda dan Direksi RSI Samarinda (RSIS). Pasalnya, rumah sakit yang berdiri sejak 18 November 1986 itu genap berusia 30 tahun. Meski terganjal persoalan izin operasional RSIS, karena hak pakai atas gedung bekas RSU itu telah dicabut oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, syukuran sederhana tetap berlangsung di Masjid Baiturridho RSIS yang dihadiri sejumlah tokoh yang mendukung operasional RSIS tetap melayani masyarakat Kota Tepian, Samarinda. Diantaranya, Ketua MUI Kaltim KH Hamri Haz dan tokoh sekaligis pengusaha Samarinda H Rusli serta jajaran Yarsi, Direksi dan karyawan RSIS.
DOA yang dipanjatkan pihak Yasri dan Direksi RSIS tak lain sikap bijaksana seorang Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, agar member perpanjangan izin operasional atas pinjam pakai gedung bekas RSU yang telah 30 tahun digunakan untuk melayani dan mengobati masyarakat Samarinda pada khususnya dan Kaltim pada umumnya. Pasalnya, dengan berakhirnya izin operasional tersebut, terhitung sejak 16 November lalu, pelayanan medis di RSIS dihentikan, kecuali melanjutkan perawatan bagi 60 pasien hingga sembuh.
Direktur RSIS, Sadiq Sahil kepada Koran Kaltim menjelaskan, hari jadi ke-30 RSI menjadi rutinitas tahunan, meski digelar sederhana. Bahkan, Sadiq bersyukur atas kehadiran sejumlah tokoh yang datang member dukungan moral, bahkan ada pihak yang siap hibahkan lahan untuk membangun RSIS. “Ya, ada tawaran dari H Rusli tawarkan lahan untuk dihibahkan ke RSIS. Lokasinya di Jalan DI Panjaitan, luasnya 2 hektare,” kata Sadiq, Jumat (18/11).
Namun, Sadiq tetap berharap kepada Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar bijaksana melihat masalah yang mendera Yasri dan RSIS. Pihaknya juga meminta dengan penuh harapan agar gubenur memberi izin sementara dan memberi waktu ke Direksi RSI untuk pindah dari gedung yang berstatus pinjam pakai tersebut.
“Di RSIS ini ada aset milik Yarsi juga, kalau kami tak mendapat izin lagi. Mohon bisa berikan izin sementara, agar kami bisa membangun gedung RSIS yang baru dan segera pindah,” harapnya.
Sementara itu, H Rusli dalam sambutannya mengaku prihatin atas masalah dihadapi Yarsi Samarinda dan mengaku siap mendukung sepenuhnya. Bahkan, Rusli juga ikut menyumbangkan koin dan bertandatangan serta menyiapkan lahan yang dihibahkan untuk Yarsi Samarinda.
“Saya hibahkan lahan saya ke Yarsi Samarinda. Silahan dibangun gedung RSIS,” ucap Rusli kepada Direktur RSIS, kemarin
Sementara itu, Kabag Humas Syarif Rahman Hakim sangat bersyukur atas dukungan moral diterima dari berbagai pihak. Karena itu, pihaknya sangat optimistis di usia ke-30 RSIS sudah cukup dewasa dan akan mendapat solusi dari masalah dihadapi.
“Di RSIS ini tidak hanya bicara bagaimana nasib pasien. Tapi, bagaimana nasib 400 karyawan yang bekerja dan mengabdi selama ini. Sikap bijaksana sangat diharapkan agar masalah ini segera selesai,” ungkapnya. (*)