Harusnya Kaltim Bisa Tambah 20 Emas

0
27

Prediksi Sesuai Target Medali, Jika PON Berjalan Normal

SAMARINDA – Kisruh bidang pertandingan PON XIX 2016 Jabar terus menjadi gunjingan. Ulah sang pengadil di arena pertandingan dituding menjadi penyebab gagalnya target perolehan medali sejumlah darah tak terkecuali Kaltim. Akibat ulah juri/wasit, diperkirakan Kaltim kehilangan 20 medali emas yang beralih ke tuan rumah.
Ketua Binpres KONI Kaltim, Alfons T Lung Beraan mengatakan Kaltim seharusnya bisa mencapai perolehan medali sesuai target yang didengungkan jauh hari. Semua kata dia bisa berjalan normal jika pelaksanaan PON berjalan dengan semestinya.
Menurut dia, prediksi KONI Kaltim atas perolehan medali menurutnya sudah sesuai dan tepat sasaran. Sebagai acuan, perolehan medali yaitu 41 perak dan 71 perunggu yang ditorehkan kontingen Bumi Etam.
“Prediksi kami itu sudah pas, dalam 41 perak itu ada sekitar 20 medali emas Kaltim dirampok bahkan lebih, jadi pada dasarnya tidak ada yang salah dengan pembinaan yang sudah kami lakukan, target semua cabor sebenarnya tercapai,” kata Alfons T Lung di kantor KONI Kaltim, kemarin.
Lanjut Alfons, kondisi pertandingan yang berjalan jauh dari pertandingan yang adil serta menyimpang dari acuan teknik pelaksanaan PON, peralatan tanding yang tidak standar dan yang utama itu masalah keberpihakan wasit/juri terhadap tuan rumah. Semuanya dikatakan Alfons merugikan semua daerah atau provinsi.
“Itu yang membuat perolehan medali Kaltim menurun dan lepas dari prediksi, tapi perlu diingat bukan hanya Kaltim saja mengalami, ini sejarah baru selama PON,” imbuhnya.
Meski begitu, Alfons mengungkapkan dirinya tetap akan mengevaluasi masing-masing cabor yang tidak mencapai target. “Yang jelas kami tetap mengevaluasi hasil semua cabor yang berlaga di PON dan itu kami lakukan dalam waktu dekat ini, tentunya pasti banyak hal yang dievaluasi, terlepas dari masalah yang terjadi,” pungkasnya.
Senada dengan Alfons, Sekretaris II KONI Kaltim, H Azis Rewa mengatakan PON kali ini diakuinya sarat kecurangan. Menurutnya, hasil dari PON ke PON ini yang sangat menyimpang dan jauh dari prediksi.
“Di Binpres terekam semua sejak PON ke 15 sampai 18, secara global untuk urutan 1, 2 dan 3 itu 20 persen dari total medali emas yang diperebutkan itu diambil oleh ketiganya, sekarang untuk tuan rumah saja sendiri itu mengambil 30 persen dan ini tidak ada dalam sejarah. Jadi kalau 25 ditambah 41 itu ada 66 emas, Kaltim masih punya hak disitu artinya apa yang sudah kami hitung atau prediksikan sudah sesuai fakta berdasarkan peta kekuatan yang ada, bukan meraba-raba,” pungkasnya. (rgn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here