Home >> Samarinda >> Hasyim: Samarinda Sangat Kondusif
APRESIASI: Sebagai bentuk perhatian terhadap tragedi bom molotov beberapa waktu lalu, Hasyim Muzadi (kanan) pun menyambangi Samarinda dan diterima Asisten I Tedjo Sutarnoto (tengah)
APRESIASI: Sebagai bentuk perhatian terhadap tragedi bom molotov beberapa waktu lalu, Hasyim Muzadi (kanan) pun menyambangi Samarinda dan diterima Asisten I Tedjo Sutarnoto (tengah)

Hasyim: Samarinda Sangat Kondusif

Minta Persoalan di Pusat Jangan Dibawa Sampai ke Daerah

SAMARINDA – Pasca peledakan bom molotov di Gereja Oikumene Jalan Cipto Mangunkusumo di Loa Janan Ilir Minggu (13/11) dua pekan lalu, Samarinda kini benar-benar menjadi perhatian publik nasional.
Bahkan tidak sedikit tokoh nasional yang menyempatkan waktunya untuk datang ke Samarinda untuk memberikan rasa empati sekaligus ingin memastikan situasi kondusif di kota ini. Dimulai dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo anggota Komnas HAM dan terakhir Selasa (22/11) lalu tokoh ulama Indonesia yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Ahmad Hasyim Muzadi.
Selain berencana menyambangi Rumah Intan Olivia Marbun korban jiwa peledakan bom serta menjenguk tiga korban lainnya yang tengah dirawat di rumah sakit, Hasyim juga sempat berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Rumah Jabatan (Rumjab) Walikota.
“Saya ke Samarinda ini untuk menyatakan rasa belasungkawa saya atas kejadian peledakan bom yang hingga menelan korban jiwa. Sekaligus untuk memastikan Samarinda memang tetap kondusif. Kami juga ingin memastikan apakah kejadian di Samarinda ini ada kaitannya dengan persoalan di Jakarta yang belakangan membuat banyak masyarakat resah itu ataukah tidak. Nanti kita akan cek semuanya,” kata Hasyim.
Namun apa pun persoalannya, permasalahan di Jakarta tidak boleh sampai meluas ke daerah lain. Termasuk di Kaltim dan Samarinda khususnya yang selama ini sudah sangat kondusif dan saling menghargai satu sama lain. “Intinya Samarinda dan Kaltim ini sangat aman dan kondusif,” ucapnya.
Asisten I Pemkot Samarinda, Tedjo Sutarnoto melaporkan selama ini Pemkot mengambil langkah sigap pasca peledakan bom. Bahkan Walikota Samarinda turun langsung ke lokasi untuk melihat lokasi peledakan bom. Berikut menjenguk para korban, hingga terakhir ikut melepas Intan Olivia, bayi yang meninggal dunia akibat tak bisa menahan luka bakar dari percikan api bom.
“Selama perawatan di rumah sakit juga biayanya ditanggung Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim. Begitu pula ada santunan baik dari Pemkot maupun Pemprov. Kemudian motor yang rusak juga digantikan Pemprov Kaltim. Di samping itu, kita juga sudah kerja bakti bersAma untuk bersih-bersih di sekitar lokasi gereja yang menjadi lokasi peledakan bom,” beber Tedjo mewakili Walikota Syaharie Jaang. (ms315/*)