Dipublish: 2 April 2013, 22:49

HK Siap Bangun Jembatan Bermodal Rp191 M

TENGGARONG – Pimpinan cabang PT Hutama Karya (Persero) Tbk wilayah Kalimantan, IR Bambang Mustakin, akhirnya angkat bicara terkait menangnya PT HK dalam lelang jembatan kartanegara. Menurutnya, PT HK siap untuk membangun jembatan Kartanegara meski hanya dengan anggaran Rp191 miliar.
“Insyah Allah, kami siap membangun jembatan Kartanegara dengan Rp191 miliar karena sudah ada hitungannya,” katan Bambang saat dihubungi Koran Kaltim, kemarin (2/4).
Ia mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu penanda tanganan kontrak dengan Pemkab Kukar untuk memulai pengerjaan pembangunan jembatan. “Kami sudah siap bekerja, hanya menunggu kontrak dengan Pemkab saja,” tuturnya.
Diketahui, jembatan Kartanegara pada 26 Nopember 2011 silam ambruk saat dilakukan perawatan oleh PT Bukaka. Dalam insiden salah satu terbesar itu, puluhan korban meninggal dunia dan hilang akibat ambruknya jembatan yang dibangun oleh HK pada akhir 90-an tersebut.
HK berhasil memenangi lelang dan mengungguli tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang mengikuti lelang fisik pembangunan jembatan Kartanegara, yakni PT. PP (Persero) Tbk, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Divisi Konstruksi V. HK juga adalah kontraktor yang  membangun Jembatan Kartanegara pada akhir 90-an yang runtuh pada November 2011 lalu.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air  (SDA) Kukar, Wisaksono Soebagio, didampingi PPK Jembatan, Budi Harsono mengungkapkan, PT HK ingin membangun jembatan tersebut karena sangat ingin membuktikan kepada masyarkat luas, khususnya kepada masyarakat Kukar dan di Indonesia bahwa  mereka berkualitas, sesuai spesifikasi dan sesuai jadwal.
“Mereka ingin membuktikan kalau mampu membangun jembatan dan mengembalikan nama PT HK di Tenggarong (Kukar, Red),” katanya.
Sebelumnya, Budi Harsono mengaku, penanda tanganan kontrak kerjasama dengan HK akan dilaksanakan pada Kamis (Besok, Red) dan akan dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sehingga PT Hutama Karya bisa langsung bekerja.
Menurutnya, penanda tanganan kontrak ini sempat terhambat beberapa hari karena adanya sanggahan dari PT PP (Persero) Tbk setelah pengumuman pemenang pada 18 Maret lalu. Setelah itu, pada 22 maret PT PP Melakukan sanggahan untuk menpertanyakan informasi evaluasi sehingga masa diperpanjang Senin (1/4) kemarin, hingga pukul 13.00 Wita.
Budi mengatakan, saat ini PT Hutama Karya sudah mulai mempersiapkan semua kebutuhan untuk pengerjaan pembangunan, seperti mobilisasi karyawan dan alat. “Untuk ground breakingnya itu, kami masih menunggu jadwal Bupati, namun kabarnya tanggal 9 april nanti,” ujarnya saat ditemui Koran Kaltim. (ami)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger