Horee, Berau Canangkan Wisata Baru

0
2
WISATA BARU Hutan Mangrove seluas 1.200 hektare di Tanjung Batu, Berau ini dicanangkan sebagai destinasi wisata baru di Bumi Batiwakkal.

Hutan Makrove Seluas 1.200 Hektare di Tanjung Batu

TANJUNG REDEB – Hutan mangrove jadi potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di Kampung Tanjung Batu, Berau. Dengan hamparan hutan mangrove seluas 1.200 hektare membuat potensi ini cukup besar untuk dikelola. Apalagi Tanjung Batu merupakan pintu gerbang ke objek wisata Pulau Derawan dan sekitarnya.
Mendukung program ini, badan usaha milik kampung (BUMK) didukung kelompok jaringan nelayan (Jala) berencana lakukan penanaman 10 ribu bibit mangrove. Disampaikan Ketua BUMK Tanjung Batu, H Taswin, penanaman ini jadi upaya mendukung pengembangan kawasan mangrove di Tanjung Baru. Ini jadi bentuk komitmen masyarakat jaga kelestarian di Berau.
“Kami jadikan kawasan hutan mangrove di Tanjung Batu sebagai daerah wisata, sehingga Tanjung Batu tak hanya jadi daerah transit pariwisata, tapi tujuan wisatawan,” jelasnya.
Menurut Taswin, dalam pengelolaan mangrove menjadi destinasi wisata bakal berikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat sekitar. Hal itu bisa dilihat seperti di Pulau Derawan, sebagian besar masyarakat hidup dengan menjual jasa pariwisata dan membuat perputaran ekonomi berkembang pesat.
Dalam program ini, BUMK Tanjung Batu dapat dukungan PT Berau Coal dan PT Sentosa Kalimantan Jaya, perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kampung Tanjung Batu.
Selain menanam bibit mangrove untuk menjaga kelestarian berbagai jenis mangrove yang ada. BUMK juga telah programkan pemenuhan fasilitas pendukung untuk kenyamanan wisatawan, mulai jalur untuk mengelilingi kawasan mangrove maupun fasilitas lainnya, termasuk rencana pengembangan cottage di kawasan mangrove. “Kami sudah programkan untuk jadikan kawasan mangrove destinasi wisata menarik minat wisatawan,” tandasnya. (sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here