Breaking News
Home >> Headline >> Hujan 2 Jam, Bandara Temindung Ditutup
warga Kota Tepian terpaksa mendorong motor mereka saat melintas di kawasan tergenang banjir, Senin ( 28/11).
warga Kota Tepian terpaksa mendorong motor mereka saat melintas di kawasan tergenang banjir, Senin ( 28/11).

Hujan 2 Jam, Bandara Temindung Ditutup

Jaang Prihatin, Titik Banjir Makin Banyak

SAMARINDA – Meski hujan deras berlangsung kurang dari dua jam, namun debit air yang turun cukup banyak dan membuat Kota Tepian, Samarinda, Senin (28/11) berubah menjadi “lautan”. Hujan mengguyur sejak Pukul 09.10-11.00 WITA menggenangi sejumlah kawasan di Ibu Kota Kaltim. Seperti Bandara Udara Temindung Samarinda ditutup sejak pagi, saat hujan mengguyur. Pasalnya, cuaca tidak mendukung disertai genangan air di kawasan landasan pacu, membuat jadwal penerbangan ke sejumlah wilayah di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) ditunda.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Temindung Samarinda, Imam Asnawi menjelaskan, penerbangan ke sejumlah wilayah pedalaman di Kaltim dan Kaltara tertunda karena hujan deras dan sebagian landas pacu tergenang.
“Demi pertimbangan keamanan penerbangan, sampai siang ini (kemarin, Red) Bandara Temindung Samarinda masih ditutup karena cuaca. Ada beberapa rute penerbangan terpaksa ditunda karena hujan masih mengguyur, landasan pacu tergenang,” kata Imam Asnawi.
Jalur penerbangan yang ditunda dari Samarida ke wilayah pedalaman Kaltim terdiri daerah tujuan Berau, Melak, Kutai Barat serta penerbangan ke Balikpapan serta penerbangan dari Samarinda ke wilayah Kaltara, seperti Tarakan, Nunukan dan Malinau.
“Penerbangan yang ditunda itu gunakan pesawat jenis ATR 42 milik Kalstar,” ujar Imam. Namun, pihaknya mengaku masih menunggu perkembangan, jika hujan reda dan tak ada genangan air serta banjir kiriman, Bandara Temindung akan dibuka lagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Temindung, Samarinda telah menerbitkan peringatan dini terkait hujan lebat disertai petir melanda sejumlah kawasan di Samarinda dan sekitarnya.
“Hujan lebat disertai petir pada Senin pagi mulai pukul 09.10 WITA dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 11.00 WITA berpotensi melanda wilayah Samarinda di Kecamatan Palaran dan Sambutan, juga wilayah Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Anggana, Tenggarong dan Muara Jawa,” kata Kepala Stasiun BMKG Bandara Temindung, Samarinda, Sutrisno.
Selain itu, jalur penghubung Samarinda-Bontang, tepatnya di Jalan Kesejahteraan hingga Jalan DI Panjaitan, banjir juga merendam sejumlah kawasan lain di perempatan Mal Lembuswana, dengan ketinggian air 30 hingga 50 sentimeter, di kawasan Jalan Abdul Wahab Sjahranie air setinggi lutut orang dewasa. Banjir terparah terjadi di kawasan Jalan Pramuka, ketinggian air mencapai 50 sentimeter lebih, di Kebun Agung Lempake, genangan air mencapai 40 hingga 60 sentimeter.

Jaang Pantau Banjir

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang memantau langsung titik-titik hujan selama banjir melanda, kemarin. Keprihatinan juga dirasakan Jaang, karena semakin banyaknya titik banjir. “Saya minta petugas Dishub mengatur lalu lintas, baik di kawasan yang tidak banjir dan kawasan banjir,” ucap Jaang.

Dua Rumah Sakit Tergenang

Tak hanya itu, genangan air juga terjadi di kawasan RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Kondisi itu sebabkan pelayanan di rumah sakit pelat merah tersebut terganggu. “Tentu, genangan air di RSUD AW Sjahranie mengganggu pelayanan. Tapi, kami tetap berikan pelayanan ke pasien,” ujar Humas RSUD AWS Samarinda, dr M Febian Satrio.
Curah hujan yang deras membuat salah satu ruang perawatan serta lorong tergenang air. “Itu foto diruang Hemodialisa, yang tergenang hanya ruang hemodialisa saja,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi media ini.
Diungkapkannya, genangan air tersebut mulai memasuki ruangan sejak pukul 09.00 Wita. “Aktifitas tetap berjalan seperti biasanya, hingga Pukul 17.12 WITA, kondisi sudah aman,” lanjutnya.
Selain RSUD AWS, RS Dirgahayu juga dikabarkan tergenang air. Hal itu diperlihatkan foto-foto dikirim netizen di media sosial facebook. Namun, media ini belum berhasil konfirmasi pihak RS Dirgahayu.
Seperti yang kita tahu, hujan telah membuat banjir di seluruh ruas jalan di Samarinda sejak Ahad malam. Air meluap hingga ke jalan-jalan dan membuat macet. Bahkan daerah yang biasanya tak tergenang air, kini juga dijajah air.
Ya, jika hujan mengguyur, kawasan simpang empat Sempaja pasti dilanda banjir. Kemudian Jalan AW Syahranie, bahkan banjirnya sepinggang orang dewasa. Air juga melimpah ruah di bawah jalan layang (flyover) Air Hitam dan Jalan Pangeran Antasari. Demikian juga Jalan Dr Soetomo.
Di Jalan DI Panjaitan hingga arah Bontang juga tak jauh beda. Demikian juga sebagian Jalan Damanhuri hingga ke arah Jalan Merdeka. Air juga membuat macet di Jalan Gajah Mada, Jalan Slamet Riyadi dan lainnya. Di Jalan Pemuda, Jalan Cenderawasih, Jalan Gatot Subroto, Jalan Agus Salim, Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Awang Long, Jalan Kusuma Bangsa dan komplek Unmul tak luput dari terjangan banjir.
Pantauan media ini menyebut, genangan air di sejumlah titik di Kota Samarinda semakin bertambah. Seperti di RT 24 dan 25 Kelurahan Sempaja Selatan, warga terpaksa dievakuasi dengan perahu karet ke Puskesmas setempat. Karena, genangan air semakiin tinggi. Banjir juga meluas hingga genangi beberapa titik di Kota Samarinda. Bahkan, Kantor Polsekta Samarinda Utara hingga beberapa ruangan tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. (ms315/ant/amb)