Home >> Samarinda >> Ikuti Instruksi, Lurah dan RT Data Warga Pendatang

Ikuti Instruksi, Lurah dan RT Data Warga Pendatang

SAMARINDA – Seiring dengan instruksi dari Walikota H Syaharie Jaang agar setiap camat, lurah dan ketua RT melakukan pengawasan ketat terhadap warga mereka masing-masing, Lurah Sengkotek Agus Sukmana menegaskan pihaknya sudah berulang kali menjalankan instruksi tersebut. “Tapi terus terang setelah merazia dan mendapati pendatang ilegal, kami bingung mereka yang belum memiliki kartu identitas mau ditampung dimana? belum lagi anggaran kami juga terbatas,” kata Agus kepada media ini Jumat (18/11) kemarin.
Seperti diketahui, Kelurahan Sengkotek di Kecamatan Loa Janan Ilir mendadak jadi populer imbas dari aksi bom molotov di Gereja Oikumene pekan lalu. Menyusul kejadian tersebut para pendatang di Kota Tepian bakal tidak tenang karena akan mendapat pengawasan ketat dari pengambil kebijakan di mana mereka berada.
Lebih lanjut Agus mengatakan, usai merazia terpaksa pendatang illegal tersebut dilepaskan.
“Sebenarnya kami sudah menyuruh mereka untuk kembali ke tempat asal tapi biasanya warga yang tidak memiliki identis itu hanya sementara dan mengontrak untuk beberapa bulan, jadi kami biarkan dulu, yang penting identitas mereka kami miliki,” papar Agus.
Diakuinya untuk mendata warga pendatang tidak mudah. “Mereka biasanya berpindah-pindah kadang ada yang dari Tenggarong hanya menginap seminggu. Setelah itu tidak ada lagi kabarnya,” jelasnya.
Mengenai larangan untuk tidak melakukan aktivitas di mesjid lewat dari jam 10 malam sebagaimana disampaikan Wakil Walikota Nusyirwan Ismail, Agus menanggapi hal ini dengan santai. “Ya selama kegiatan itu terawasi dengan baik, tidak masalah asalkan mereka yang melakukan kegiatan itu memang warga asli sini dan jangan sampai kegiatannya tertutup, jadi pintu mesjid harus terbuka,” ucapnya.
Terpisah dari daerah Samarinda Utara, Ketua RT 20 Kelurahan Sempaja Timur Darmaji mengaku ia sudah mendata para warga pendatangnya. “Sudah saya data semua warga yang baru-baru pindah kesini. Mereka rata-rata telah berkeluarga. Namun tak sedikit diantara mereka juga hanya tinggal dikos namun sudah ada identitasnya,” jelas Darmaji.
“Kegiatan mesjin pun terpantau jadi tidak ada yang mencurigakan. Jadi setelah pak Wali mengarahkan, saya langsung mendata warga pendatang itu agar tidak ada kegiatan yang mencurigakan terjadi,” imbuhnya. (ms315)