Breaking News
Home >> Samarinda >> Imbas Banjir, Macet dan Sekolah Diliburkan
GANGGU AKTIVITAS: Pemandangan dari atas Jembatan Flyover, tepatnya di Jl Kadrie Oening saat banjir terjadi kemarin siang.
GANGGU AKTIVITAS: Pemandangan dari atas Jembatan Flyover, tepatnya di Jl Kadrie Oening saat banjir terjadi kemarin siang.

Imbas Banjir, Macet dan Sekolah Diliburkan

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda sudah menyebutkan kalau musim penghujan akan berlangsung sampai Februari 2017 mendatang dan setelah sempat tak turun hujan selama sepekan, sejak Minggu (27/11) hingga Senin (28/11) kemarin, hujan pun mengguyur dengan derasnya.
Sejak pukul 08.00 Wita pagi kemarin hingga pukul 13.00 Wita, hujan yang merata di Kota Tepian membuat banjir pun terlihat dimana-mana. Tak perlu lagi bicara kawasan langganan banjir seperti di Jl Padat Karya Bengkuring, Jl DI Panjaitan, Mugirejo dan Jl Pangeran Antasari juga persimpangan Mal Lembuswana, karena warga disana sudah akrab dengan genangan air yang dalam.
Yang tak biasa dan jarang terjadi adalah genangan air yang tinggi di bawah Jembatan Flyover Air Hitam dan di Jl Kusuma Bangsa juga di RSU AW Syahranie di Jl Dr Sutomo yang airnya masuk hingga ke ruang pasien.
Di Mugirejo, seorang pengendara roda dua, Amran Husein, mengaku terjebak di lokasi banjir selama hampir 5 jam. “Selain macet, saya juga tidak berani menerjang banjir. Takut motor mogok,” kata Amran kepada media ini.
Disekitar lokasi memang terlihat puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, yang mengalami mogok karena mencoba menerjang banjir.
Pemiliknya berusaha memperbaiki kendaraan mereka dengan dibantu warga sekitar dan beberapa orang relawan dari Pemadam Kebakaran setempat. “Disini memang arusnya deras, jadi orangg-orang mau lewat juga harus hati-hati. Makanya itu ada dari pemadam membantu menyebrangkan anak-anak wanita,” kata Amran.
Bahkan salah satu sekolah yang terletak disekitar lokasi tersebut, terpaksa harus meliburkan siswanya, padahal dalam waktu dekat mereka akan menghadapai ujian semester ganjil. “Kegiatan belajar sempat berjalan tadi pagi, tapi sekitar pukul 09.00 wita, kami pulangkan karena takut terjebak banjir,” ungkap Kepala SDN 005 Sungai Pinang Denok Asmiyati.
Tinggi air saat banjir kemarin mencapai 20 sampai 50 sentimeter. Bahkan di RSU AWS air setinggi lutut orang dewasa bahkan keterangan dari petugas penjaga parkir rumah sakit menyebutkan genangan air masuk hingga ruang perawatan pasien.
Dari pantauan media ini, air yang menggenang didepan RSUD tersebut berwarna kehitaman, dan cenderung keruh serta kotor. (rs616)