| TDS di Kukar Kacau Balau | | Print | |
| Thursday, 02 April 2009 01:00 |
|
TENGGARONG – Pelaksanaan Tes Daya Serap (TDS) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk tingkat SMA/SMK sejak Selasa (31/3) lalu kacau.
Pasalnya, Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang dibagikan Disdik kepada seluruh siswa di sekolah yang ada di Kukar tak sesuai standardisasi yang biasa digunakan untuk Ujian Nasional (UN). Ganjilnya, LJK yang dibagikan itu optionnya (pilihan jawabannya) hanya ada 4 yakni A,B,C dan D, padahal dalam lembar soal optionnya ada 5 yakni A,B,C,D dan E. Parahnya lagi, jika setiap pengisian LJK pada umumnya dilakukan dengan cara menghitamkan bulatan jawaban yang dipilih, namun dengan LJK yang dibagikan Disdik kemarin, justru pilihan jawaban disilang. Jelas LJK ini tak mungkin bisa untuk diperiksa menggunakan alat scanner, terkecuali dengan cara manual. Terpaksa, siswa sekolah pinggiran atau yang berada di kecamatan jauh, mau tidak mau harus menggunakan LJK yang dibagikan Disdik itu dengan menambahkan option E di LJK-nya. Hal ini jelas-jelas akan mempersulit siswa. Seharusnya, LJK yang digunakan mengacu pada standar UN agar siswa lebih terbiasa. Karena kejanggalan ini muncul kesan bahwa TDS hanya semacam formalitas saja. Wakil Kepala SMAN 2 Tenggarong Bidang Kurikulum, Drs Suwito mengaku pihaknya masih beruntung karena berada dalam 1 rayon dengan SMAN 1 yang memiliki LJK sendiri yang menyerupai LJK yang biasa digunakan untuk UN. “Kami langsung antisipasi, begitu mengetahui LJK yang dibagikan Disdik tak seperti standart, LJK langsung kami ganti dengan milik SMAN 1, mereka di SMAN 1 juga punya scannernya, nanti kami ikut scanner di sana (SMAN 1,Red.),” jelas Suwito kepada Koran Kaltim, kemarin. Ia mengaku tak mau ambil resiko jika tetap menggunakan LJK yang dibagikan Disdik. Ia khawatir hasilnya nanti kurang memuaskan, karena ia harus mengkondisikan TDS itu sama seperti UN sebenarnya, termasuk masalah LJK. “LJK dari Disdik itu tidak kami gunakan, ini ‘kan sayang. Seharusnya Disdik tidak perlu memberi kop SMA di atas LJK itu, supaya juga bisa digunakan untuk SMP, ” jelasnya. Ditambahkannya, untuk biaya koreksi LJK itu nanti, terpaksa pihak sekolahnya menalangi biayanya terlebih dulu. Jika dirunut, TDS ini digelar Disdik, seyogyanya juga harus diperiksa Disdik, namun anehnya kegiatan koreksi jawaban malah diserahkan ke pihak sekolah masing-masing. “Biasanya untuk koreksi 1 LJK biayanya sekitar Rp800, kalikan saja dengan jumlah siswa yang ikut ujian, maka sebesar itulah dana yang harus ditalangi pihak sekolah,” jelasnya. Hal senada juga diungkapkan Wakil Kepala SMKN 1 Tenggarong Bidang Kurikulum, Sunarno menurutnya, pihaknya baru mengetahui jika LJK yang digunakan tak seperti yang diharapkan saat hari pertama TDS digelar. ”LJK-nya satu amplop dengan lembar soal, makanya kami tidak berani membuka sebelum pelaksanaan TDS. Ternyata ketika ampolnya dibuka, benar LJK nya tak sesuai standar nasional. Untungnya kami sudah antisipasi dengan membuat lembar jawaban manual, jadi siswa tinggal menyilang jawaban saja lagi,” jelasnya. Menurutnya, beberapa siswa bahkan ada yang menganggap pihak sekolah tak serius melaksanakan TDS. “Sebenarnya TDS ini kan bukan sekolah yang melaksanakan, tapi Disdik,” ujarnya. Akibat kesalahan ini, sekolah di Loa Kulu dikabarkan terpaksa bekerjasama dengan lembaga pendidikan untuk membeli sekaligus mengkoreksi LJK siswanya dengan resiko sekolah harus mengeluarkan biaya sendiri. Menanggapi hal itu, Ketua panitia UN Disdik Kukar, Drs Umar Mansyur mengatakan, kekeliruan LJK itu tak terlalu berpengaruh terhadap pelaksanaan UN. “Intinya ‘kan TDS ini untuk mengukur kemampuan siswa saja, sejauh mana kesiapannya menghadapi UN. Saya yakin tidak akan berpengaruh, karena sebelumnya kan juga sudah dilaksanakan TDS oleh Disdik Provinsi Kaltim. Lalu mengenai alas an mengapa koreksi dilaksanakan di sekolah? Ya supaya lebih objektif saja,” paparnya. Disinggung mengenai biaya yang harus dikeluarkan pihak sekolah untuk mengkoreksi LJK, Umar mengatakan, biaya itu nantinya akan diganti oleh Disdik jika RKA sudah dapat dicairkan. Untuk diketahui, TDS bagi siswa SMP akan dilaksanakan selama 2 hari mulai Kamis (2/4) hari ini. Diperkirakan, LJK yang akan digunakan juga tak sesuai standart UN. (dk) |
