India dan Pakistan Larang Tayangan ‘Doraemon’

0
7
ILUSTRASI

ISLAMABAD – Politikus serta aktivis di India dan Pakistan tengah melakukan kampanye untuk melarang penayangan serial kartun populer ‘Doraemon’ dari layar televisi. Mereka menganggap kartun asal Jepang itu sangat buruk bagi anak-anak.
Kampanye mulai mendapat momentum di Pakistan setelah anggota Partai Pakistan-Tehreek-e-Insaaf (PTI), Malik Taimur, meminta ‘Doraemon’ tidak ditayangkan di Punjab. Ia menganggap tokoh robot kucing berwarna biru tersebut adalah pelanggar hukum terburuk. Dewan Kota Punjab bahkan akan mendiskusikan sebuah resolusi pada beberapa waktu mendatang.
“Bahasa yang digunakan dalam kartun itu merusak tatanan norma sosial kita. Anak-anak kita tanpa disadari belajar bahasa Hindu yang bisa merusak bahasa persatuan kita dan mengubah keyakinan terhadap agama kita,” isi resolusi tersebut, seperti diwartakan The Guardian, Jumat (7/10/2016).
Sekadar diketahui, bahasa yang digunakan oleh warga Pakistan adalah Urdu, sementara kartun ‘Doraemon’ hanya diterjemahkan ke dalam bahasa India. Oleh karena itu, PTI menganggap kartun buatan mendiang Fujiko F Fujio itu dapat mengubah keyakinan anak-anak.
Kemudian di India, aktivis bernama Ashish Chaturverdi mendesak pemerintah dan pihak penyiar untuk berhenti menayangkan ‘Doraemon’. Ia menilai salah satu tokoh, Nobita, yang digambarkan sebagai pemalas dan bodoh adalah contoh yang buruk bagi anak-anak.
Ternyata ini bukanlah pertama kalinya ‘Doraemon’ dianggap menyebarkan pengaruh buruk. Pada 2014, sebuah harian China menuduh karakter tersebut sangat subversif secara politik. Mereka menganggap serial ‘Doraemon’ adalah upaya Jepang untuk menggambarkan Jepang sebagai pemilik sah Kepulauan Senkaku atau Diaoyu yang menjadi sengketa antara Beijing dengan Tokyo. (okz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here