Home >> Nasional >> Indonesia Dikepung Ancaman Negara Asing
Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo

Indonesia Dikepung Ancaman Negara Asing

Amerika dan Australia Dalang Sebar Berita Provokatif

BANDUNG – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Indonesia saat ini sedang dalam kepungan ancaman dari negara-negara asing. Ancaman ini berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gatot mengatakan, ada beberapa ancaman yang berpotensi memprovokasi Indonesia. Ini mengingat Indonesia menjadi negara yang berada di garis ekuator yang memiliki kekayaan alam luar biasa.
Potensi ancaman itu di antaranya hadir ada di wilayah Laut Cina Selatan dan perbatasan wilayah Australia. Wilayah Darwin, Australia hanya berjarak 90 km dari pulau terluar Indonesia yakni Masela.
“Mari kita lihat kondisi Indonesia dari konteks ancaman. Di selatan Maluku ada kepulauan, salah satunya di pulau marsela selatannya yang sekaranga da blok marsela. Blok ini memiliki kandungan gas dan minyak di bawah permukaan air laut. Blok ini menjadi perhatian,” tutur Gatot dalam seminar nasional yang bertajuk ‘Peningkatan Ketahanan Bangsa Untuk Menjaga Keutuhan NKRI’ di Aula Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu (23/11).
Kekayaan Indonesia ini dikhawatirkan Gatot berpeluang memicu perang proxi. Ada pihak ketiga yang akan memanfaatkan untuk memecah belah seperti halnya Timor Leste yang sebelumnya menjadi bagian dari Indonesia.
Selain ancaman tadi, Indonesia sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa juga menghadapi ancaman dari negara-negara persemakmuran Inggris atau biasa disebut Five Power Defence Arrangements (FPDA).
Kerja Sa-ma perta-hanan FPDA ya-ng diga-gas oleh negara-negara persemak-muran Inggris, yakni Australia, Singapura, Malaysia, dan New Zealand ini patut diwaspadai.  Negara-negara ini dikatakannya telah menggelar latihan militer bersama.
“Singapura kita pernah konflik soal reklamasi, Malaysia Ambalat, Australia juga sadap. Mereka telah menggelar latihan militer bersamaan. Ini yang patut diwaspadai,” ujarnya.
Selain itu, kata Gatot, ancaman teroris juga sudah mengepung Indonesia. Indonesia menjadi tempat yang aman bagi teroris karena belum adanya aturan ketat terkait tindakan terorisme. Salah satunya ancaman ISIS. “ISIS punya rencana akan menjadikan basis di Asia Tenggara adalah Filipina Selayan yang sangat dekat dengan Poso,” ujarnya.
Gatot mengungkapkan aktor di balik penyebaran berita provokatif di Indonesia. Ternyata dalang tersebut berasal dari luar negeri.
“Namun setelah ditelusuri oleh intelijen kami, ternyata yang nyebar adalah judi online dari Australia dan dari Amerika. Ternyata bukan dari dalam. Adapun tujuannya tidak lain untuk memecah belah,” ujar Gatot.
Ia mengkha-watirkan keter-libatan asing dalam penye-baran berita provokatif. Gatot menye-but Australia dan Amerika sebagai dalang pemberitaan yang dapat menyebabkan perpecahan Indonesia.
“Oleh karena itu kami mengimbau seluruh provinsi menggelorakan persatuan Indonesia dengan semangat Bhineka Tunggal Ika,” kata dia, seperti dikutip dari Antara.
Karena itu, Gatot mengungkapkan, pihaknya menggagas ‘Nusantara Bersatu’ pada 30 November 2016 demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (rol/ant)