Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Innalillah, Nurul Tewas Tersengat Listrik

Innalillah, Nurul Tewas Tersengat Listrik


korankaltim
korankaltim
2016-10-12 05:05:01
Dua Anak Selamat, Diduga Karena Pengupasan Lahan Ilegal



SAMARINDA - Hujan yang mengguyur Kota Tepian, Selasa (11/10) pukul 14.10-14.40 WITA berujung petaka bagi keluarga Fredy Paningoan (43). Sore kemarin, sekitar pukul 15.00 WITA genangan air bercampur lumpur mulai genangi kediamannya di Jalan Tri Dharma, Gang Rahayu RT 13, Kelurahan Gunung Lingai, Sungai Pinang, Samarinda.

Saat itu, Fredy masih bekerja, sedangkan istrinya Nurul Fatjeriamah (43) dan dua putrinya, Paningoan Dea Anggi Tiara (17) dan Zaskia Safa Paningoan (7) sibuk menghadapi banjir. Sejumlah barang diangkat keatas, agar tak tergenang air. Namun, nahas bagi ibu tiga anak berperawakan gemuk itu, saat hendak mengangkat sebuah stabilizer listrik di kamarnya, tanpa diduga stopkontak dan kabel alat bernama Automatic Vontage Regulator (AVR) masih tersambung arus listrik. Diduga, arus listrik di AVR tersebut membuat Nurul tersengat listrik dan terkujur kaku.

“Saya kaget saat dihubungi keluarga, bahwa istri saya tewas tersengat listrik. Lokasinya di kamar, saat istri coba mengangkat barang yang tergenang air, tapi stopkontak masih tersambung arus listrik. Posisinya di dekat kaki istri, itu yang membuatnya tidak bisa bergerak. Beruntung, dua putri saya selamat, padahal sempat membantu ibunya,” kata Fredy Paningoan kepada Koran Kaltim, kemarin.

Namun, Fredy mengaku akan tempuh jalur hukum atas penyebab meninggalnya istri tercintanya. Meski pihaknya masih berpikir dan percayakan ke Camat Sungai Pinang M Fahmi dan Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda Sarwono.

“Saya akan tempuh jalur hukum, untuk sementara Pak Fahmi dan Pak Sarwono yang tangani kasus ini. Kami tetap cari keadilan, baru kali ini kami rasakan banjir setinggi lutut orang dewasa masuk ke dalam rumah,” ucap ayah tiga anak itu,

Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Erick Budi Santoso kepada awak media menjelaskana, musibah menimpa Nurul terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Kata Erick, saat itu air bercampur lumpur telah genangi rumah korban. Dibantu dua putrinya, Nurul mengambil barang-barang yang kemungkinan akan terendam banjir, termasuk stopkontak atau AVR di kamarnya. “Rumah korban saat itu sudah terendam banjir, Dia (Nurul, Red) hendak memindahkan stopkontak, diduga tersengat listrik,” kata Erick, kemarin.

Lanjut dijelaskan Erick, saat itu Nurul tergeletak dan membuat kedua putrinya panic dan keluar rumah meminta bantuan warga. Namun, warga sekitar takut mendekat, karena khawatir ikut tersengat listrik. “Setelah aliran listrik dipadamkan, korban sudah tak bernyawa. Pihak keluarga dan suami korban menolak jika istrinya dibawa ke rumah sakit untuk visum atau autopsi. Keluarga anggap kejadian itu murni musibah, karena saksikan langsung,” tambah Erick.

Sementara itu, Camat Sungai Pinang, M Fahmi ditemui di rumah duka usai menreima kabar seorang warganya tewas tersengat listrik saat banjir mengaku turut berduka atas musibah tersebut. Fahmi juga menyayangkan musibah banjir yang menelan korban jiwa, terlebih lagi daerah tersebut tak pernah banjir, karena kawasan dataran tinggi.

“Saya pribadi menyayangkan genangan banjir ini, saya turut berduka kepada keluarga korban. Informasi saya terima, banjir disertai lumpur berasal dari lahan milik Yamin yang sedang lakukan pematangan lahan. Diduga kuat aktivitas tersebut ilegal, karena saya tidak pernah tahu ada pematangan lahan di lokasi itu,” sebut Fahmi lagi, sore kemarin.

Karena itu, Fahmi berjanji bakal bertindak tegas dengan memanggil pemilik lahan yang diduga penyebab turunnya air disertai lumpur di kawasan tersebut. “Paling lambat hari Jumat (14/10) akan panggil pemilik lahan dan pihak terkait. Untuk sementara, aktivitas pengupasan lahan harus dihentikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, mendengar musibah tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Sarwono turut melayat ke rumah duka dan menyesalkan korban saat banjir di kawasan Gunung Lingai. “Saya turut berduka dan ikut menyesalkan adanya aktivitas pengupasan lahan di sekitar permukiman padat penduduk. Hal ini kejadian fatal. Kami akan koordinasi dengan camat serta cek ke instansi terkait, termasuk Badan Lingkungan Hidup Samarinda soal ini. Jika tidak sesuai prosedur, kami tindak,” ucap Sarwono.

Ketua RT 13 Gunung Lingai, La Hansi menambahkan, lokasi longsor akibat pengupasan lahan tak pernah diketahui sebelumnya. Karena itu, Hansi menyebut banjir terbesar terjadi di wilayahnya itu merupakan banjir keempat kalinya.

Seperti diketahui, genangan banjir terjadi hasil penelusuran media ini, genangan terdalamn di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Mugirejo, Jalan Tri Dharma Gunung Lingai, Jalan M Yamin, perempatan Mal Lembuswana, Jalan Brigjend Katamso. Banjir terparah di ruas Jalan DI Pandjaitan, selain satu warga jadi korban, kendaraan roda empat dan roda dua ikut jadi terseret arus. (man/dor)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
6 days ago | dibaca 115 kali
img