Interkoneksi PLN Kalsel-Kaltim Ditarget Tuntas 2017


korankaltim
korankaltim
2016-09-20 14:00:26
BALIKPAPAN - PLN Kaltimra terus menyelesaikan pembangunan jaringan tegangan tinggi untuk menghubungkan koneksi listrik dari Kalsel-Kaltim dan Kaltara. Untuk koneksi, Kalsel- Kaltara diharapkan bisa terhubung penuh pada 2017 mendatang. Gardu Induk Kuaro interkoneksi dengan Sistem Barito Kalselteng.

GM PLN Kaltimra Tohari Hadiat mengatakan saat ini jaringan kabel listrik tegangan tinggi sudah terhubung antara Kalsel- Kuaro. Pihaknya terus menyelesaikan pembebesan lahan untuk tower tegangan tinggi. “2017 kita harapkan sudah tersambung. Kan sekarang baru jalur Kalsel masuk Kuaro (Paser). Nanti dari Kuaro ke Petung (PPU). Nah dari Petung nanti masuk ke Kariangau (Balikpapan),” ungkapnya kepada Koran Kaltim, belum lama ini.

Pembangunan Saluran Utama Tegangan Tinggi (Sutet) untuk wilayah PPU masih sedikit terkendala pembebasan lahan.

Diakui Tohari, hal ini terus dikomunikasikan dengan Pemkab PPU. “Kita katakan Pak Bupati kalau listriknya mau ada dan bagus ya tolong dibantu. Sejauh ini koordinasi dengan pemerintah daerah ada kemajuanlah. Kita ada harapan Desember ini (lahan) selesai,” terangnya.

Jika ini sudah tersambung, maka pembangkit 2x110 MW Teluk Balikpapan Kariangau ini masih proses yang nantinya akan masuk dan memperkuat sistem koneksi Kalsel-Kaltim termasuk sistem Mahakam.

Saat ini Sistem Mahakam tersambung untuk wilayah Balikpapan, Samarinda, sampai Bontang, Kukar dan Kota Bangun dengan 430 MW dengan pemakaian 400 MW.

Sedangkan wilayah utara akan saling terhubung di dengan kabupaten di Kaltara yang diproyeksikan akan tersambung jaringan Kaltara pada 2020.

Interkoneksi jaringan ini menurut Tohari sementara ini dilakukan secara terpisah. “Itu sekitar 2020, jadi dibangun dulu utara tapi pembangunan terpisah. Jadi 2017 itu selesai (jalur selatan) nanti kita hubungkan dengan Kaltim,” tuturnya tanpa menyebutkan besaran investasi.

Diakuinya, geografis di Kaltara jauh lebih sulit karena dibatasi sungai dan laut. Butuh waktu lama perjalanan termasuk memobilisasi alat. Meski demikian, hal itu harus dilakukan karena PLN memiliki perencanaan dan target untuk Kaltara.

Dia menyebutkan nanti setiap kabupaten/ kota di Kaltara akan terjadi interkoneksi termasuk dengan kota Tarakan. Bahkan, bisa menyambung perbatasan Tawau, Malaysia. Di negara tetangga ini harga listrik jauh lebih murah.

“Di sana memang jauh lebih murah. Tapi kita akan bangun pembangkit dan jaringan untuk menghubungkan kabupaten. Selama ini kan masih gunakan PLTD-PLTD. Kalau koneksi ini terhubung maka PLTD itu akan kita off-kan,” tukasnya. (din)

baca LAINNYA