Home >> Uncategorized >> Inventarisasi Pengelolaan IPA di Kecamatan
DIKELOLA : PDAM Tirta Segah masih mencari sistem yang tepat untuk mengelola masing-masing IPA yang ada di kecamatan atau kampung untuk memaksimalkan pelayanan air bersih ke masyarakat.
DIKELOLA : PDAM Tirta Segah masih mencari sistem yang tepat untuk mengelola masing-masing IPA yang ada di kecamatan atau kampung untuk memaksimalkan pelayanan air bersih ke masyarakat.

Inventarisasi Pengelolaan IPA di Kecamatan

TANJUNG REDEB – Rencana PDAM Tirta Segah mengelola Instalasi Pengolahan Air (IPA) di beberapa kecamatan terus dilakukan. Saat ini PDAM sedang menginventarisir persoalan-persoalan di masing-masing IPA. Sementara terindikasi adanya pengelolaan yang selama ini dinilai belum maksimal. PDAM Torta Segah bertekad memaksimalkan pelayanan air bersih hingga ke kampung-kampung.
Disampaikan Direktur PDAM Tirta Segah Adief Mulyadi pihaknya sudah berkeliling ke setiap IPA yang ada di kecamatan dan kampung. Hasilnya, ada 3 dari 11 IPA yang berpotensi dikelola dalam waktu dekat.
Masalah yang ditemukan, IPA tersebut hanya terkendala pasokan daya listrik saja untuk beroperasi. Sementara PDAM sudah menjajaki komunikasi dengan PLN serta beberapa perusahaan untuk membantu pasokan listrik.
“Semoga tidak ada kendala sehingga pengelolaan cepat diaplikasikan,” kata Adief Mulyadi.
Sementara, disampaikan Adief untuk 8 IPA lainnya masih dalam tahap evaluasi. Pihaknya tetap berupaya membenahi satu per satu persoalan IPA. “Kita lihat apa saja yang harus dibenahi nantinya, yang penting ini bisa berjalan dulu,” ujarnya.
Dari beberapa IPA yang telah ditinjau, ada IPA yang pengelolaannya menggunakan alokasi dana kampung (ADK). Dalam hal ini, PDAM berencana untuk meniru pola pengelolaan seperti itu, namun saat ini masih mencari fomula yang pas dan memiliki dasar hukum yang jelas.
Menurutnya, pola seperti ini sudah sangat bagus tinggal bagaimana sistem yang pas sehingga pengelolaan lebih maksimal dan masyarakat lebih merasakan pelayanan air bersih ini.
Disampaikan Adief, PDAM bisa saja menjadi supervisi pengelolaan dana kampung. Tapi dengan catatan, kampung atau kecamatan yang masih tetap menjalankan pengelolaan tersebut, PDAM hanya memberikan pendampingan saja. Bisa juga kata diab PDAM menjadi operator langsung pengelolaan IPA tersebut.
“Yang kita harap bagaimana agar pengelolaan ini bisa melayani seluruh masyarakat untuk kebutuhan air bersih. Mana saja yang lebih cocok akan kita pikirkan nanti,” tegasnya. (adv/sam)