Investor Asing Tertarik Tambang

0
269

SAMARINDA – Investor asing dari berbagai negara banyak yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Provinsi Kalimantan Timur pada sektor pertambangan, terbukti pada triwulan I-2017 pertambangan menempati nilai teratas mencapai 58,84 persen dari total nilai investasi.
“Pada triwulan I-2017 investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Kaltim mencapai 300,16 juta dolar AS, atau setara dengan Rp3,99 triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kaltim Diddy Rusdiansyah, kemarin.
Dari nilai sebesar itu, sektor pertambangan menempati nilai investasi tertinggi yang mencapai 176,678 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,34 triliun jika rata-rata 1 dolar AS sama dengan Rp13.300, sehingga sektor ini menyumbang 58,84 persen dari total PMA yang masuk.
Sektor pertambangan ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota itu Kaltim dengan jumlah proyek yang dikerjakan tersebar di 22 titik, sementara jumlah tenaga kerja yang dilibatkan sebanyak 66 tenaga Indonesia dan satu tenaga kerja asing.
Tingkat kepeminatan investor sektor pertambangan dari PMA sama tingginya dengan investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada periode yang sama, yakni nilainya mencapai Rp2,55 triliun dari total Rp3,2 triliun di 14 sektor lapangan kerja yang berjalan.
Kembali ke investasi dari PMA, lanjutnya, berada di urutan kedua setelah sektor pertambangan adalah lapangan usaha transportasi, gudang, dan komunikasi yang berhasil merealisasikan investasi PMA senilai 57,52 juta dolar atau setara dengan Rp765,05 miliar. Jumlah proyek dari lapangan usaha ini sebanyak tujuh lokasi.
Urutan ketiga adalah lapangan usaha tanaman pangan dan perkebunan dengan nilai 28,776 juta dolar atau setara dengan Rp382,12 miliar. Lapangan usaha ini sebanyak 23 proyek yang berhasil direalisasikan dari investasi PMA.
Keempat adalah sektor industri makanan dengan nilai 15,25 juta dolar atau Rp202,83 miliar untuk 20 proyek, dan investasi PMA di posisi kelima adalah sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi senilai 9,54 juta dolar atau Rp126,88 miliar.
“Masih beberapa investasi PMA lainnya di triwulan I 2017, termasuk ada dua yang nilainya kecil, yakni sektor industri alat angkutan dan transportasi lain senilai 25,8 ribu dolar atau Rp332,5 juta, kemudian lapangan usaha sektor perdagangan dan reparasi yang hanya 6,7 ribu dolar atau Rp89,11 juta,” tutur Diddy. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here