Breaking News
Home >> Olahraga Daerah >> IODI Gelar Munaslub di Balikpapan
MUNASLUB : Sebagai bentuk protes atas kepengurusan PP IODI, 17 Pengprov IODI mendukung untuk segera dilaksanakannya munaslub, untuk pergantian Ketua PP IODI. Frengky dan Leni (foto atas) salah satu pedansa Kaltim saat berlaga di PON XIX Jawa Barat.
MUNASLUB : Sebagai bentuk protes atas kepengurusan PP IODI, 17 Pengprov IODI mendukung untuk segera dilaksanakannya munaslub, untuk pergantian Ketua PP IODI. Frengky dan Leni (foto atas) salah satu pedansa Kaltim saat berlaga di PON XIX Jawa Barat.

IODI Gelar Munaslub di Balikpapan

Sebanyak 17 Pengprov sedang Galang Dukungan

SAMARINDA – Terkuaknya masalah pelaksanaan PON XIX Jawa Barat, membuat 17 Pengprov Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) di Indonesia segera menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) yang dijadwalkan, 18 Desember mendatang di Kota Balikpapan. Pengurus provinsi sepakat, saatPON lalu ditemukan adanya pelanggaran ADA/RT oleh Ketua PP IODI, Heru Sutantio CS. Padahal kepengurusannya sudah dimisioner, sesuai atruran mereka sudah tidak bisa lagi melaksanakan kegiatan apapun.
Informasi tersebut disampaikan Sekretaris IODI Kaltim, Luhur Wicaksono, Selasa (29/11) kemarin di KONI Kaltim. Dia mengatakan dari 17 provinsi sudah hampir separuhnya mendukung segera digelar munaslub dan sesuai dengan ADA/RT sudah memenuhi persyaratan.
“Nah, lucunya dari KONI Pusat mengeluarkan SK kepengurusan pak Heru yang sudah di sahkan saat Munas di Bali, yang membuat kami kecewa lagi, ada tim formatur asal Kaltim yaitu Amir P Ali dicoret tanpa kejelasan, artinya dari situ sudah terlihat banyak keganjilan yang terjadi, tim formatur harusnya 7, tetapi ini hanya 6 orang saja,” terangnya.
Luhur mengaku sudah kroscek nama-nama yang masuk dalam kepengurusan. Setelah ditelisik banyak dari mereka yang tidak bersedia, apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
“Program pak Heru ini yang tidak sesuai dengan ADA/RT. Dan kami juga menyesalkan KONI Pusat yang tidak memanggil kedua pihak pro dan kontra untuk mediasi, itu hanya dijanjikan saja, tiba-tiba sudah ada SK yang ditandatangani oleh Pak Tono Suratman, wajar saja jika banyak provinsi yang ingin segera munaslub dilaksanakan,” paparnya.
Seperti diketahui, saat pelaksanaan PON di Jabar, kuat indikasi banyak terjadi kecurangan oleh tuan rumah. Iniformasi terbaru dari atlet Jabar yang diterima Luhur banyak merasa kecewa karena permasalahan bonus yang tidak sesuai.
“Dari rekaman itu sangat jelas pak Heru sudah melanggar kode etik sebagai Ketua PP IODI, dia ikut mengatur hasil pertandingan PON kemarin, artinya untuk proses hukum akan terus berjalan dan kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya nanti,” imbuhnya.
Luhur menambahkan, saat ini seluruh pengprov yang mendukung Munaslub telah berkumpul dan diagendakan, Rabu (30/11) hari ini, mereka akan melakukan konfrensi pers terkait permasalahan. Mereka juga akan mendatangi KONI Pusat meminta segera mencabut SK yang telah ditandatangani. “Saat ini semua pengprov sudah berkumpul dan besok akan konfren dan ke KONI Pusat untuk segera adanya munaslub, yang sudah ditentukan tanggalnya,” bebernya.
Selain keterlibatannya dalam pengaturan juara, ada juga masalah mengenai sertifikat palsu pada saat kejurnas 2014 adalah atas nama Try Mulyana dan Trisnawati atlet Kaltim yang saat itu meraih medali emas, tapi sertifikat yang terbit itu atas nama atlet Jabar yang tidak bertanding, usut punya usut ternyata ada kepentingan untuk mendapatkan bonus atau dana prestasi setiap bulan dari KONI Jabar. “Atas permasalah itu semua saksi, bukti sudah siap dan kuat, hanya tinggal bagaimana kelanjutannya,” pungkasnya. (rgn)