Home >> Kutai Kartanegara >> Isran Noor Dituntut Kembalikan Jas Pelantikan
MASIH UTANG: Jas-jas yang dikenakan pengurus PBSI Kaltim saat pelantikan pada Oktober 2014 lalu. Hingga kini, jas itu ternyata belum lunas dibayar.
MASIH UTANG: Jas-jas yang dikenakan pengurus PBSI Kaltim saat pelantikan pada Oktober 2014 lalu. Hingga kini, jas itu ternyata belum lunas dibayar.

Isran Noor Dituntut Kembalikan Jas Pelantikan

Utang PBSI Kaltim Bikin Penjahit Meradang

TENGGARONG – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kaltim Periode 2013-2017 diminta mengembalikan jas yang mereka kenakan saat pelantikan Oktober 2014 lalu.
Jas buatan penjahit asal Tenggarong, Syarkawi itu ternyata belum dibayar lunas oleh PBSI Kaltim, kendati telah digunakan Isran Noor Cs selama dua tahun belakangan.
“Saya tegaskan agar jas tersebut segera dikembalikan, karena saya anggap mereka sudah tidak mampu melunasi sisa utang. Saya sudah cukup sabar sejak 2013 hingga sekarang,” kata Syarkawi kepada Koran Kaltim, kemarin.
Syarkawi menjelaskan, sebanyak 117 lembar jas dipesan oleh Wakil Ketua PBSI Kaltim, Edwar Azran atas perintah Ketua PBSI Kaltim Isran Noor pada 2013 lalu.
Syarkawi merasa dipermainkan lantaran kesulitan menagih pembayaran. Total nilai pesanan jas itu mencapai Rp200 juta. “Saya tagih-tagih dan sempat dicicil empat kali, tapi masih ada sisa Rp79 juta. Sisanya itu saya minta dibayar,” ujar Syarkawi kesal.
Syarkawi berharap agar PBSI, khususnya Edwar Azran menaati kontrak yang telah dibuat. Sebagai pengusaha kecil, sisa uang yang belum dibayar tersebut sangat dibutuhkan untuk kelancaran usaha.
“Jas-jas itu sudah dipakai tokoh-tokoh penting, seperti Gubernur Awang Faroek, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Ketua DPRD Kaltim H Syahrun, dan Mantan Bupati Kutim sekaligus Ketua PBSI Kaltim Isran Noor serta tokoh-tokoh lainnya,” ungkap Syarkawi.
“Masalah ini memberikan dampak besar bagi usaha saya,” sambungnya.
Wakil Ketua PBSi Kaltim, Edward Azran yang dikonfirmasi Koran Kaltim tidak memberikan jawaban. Telepon maupun sms yang dikirim tidak direspon. (hei)