Istirahat Cukup Untuk Hidup Berkualitas

0
43

Manfaatkan Waktu Secara Bijak

JAKARTA – Apa yang akan Anda lakukan untuk menenangkan diri saat istirahat? Membaca, menikmati alam, menjadi diri sendiri, mendengarkan musik atau melakukan kegiatan lain?
Mengutip dari boldsky, Rabu (05/10), Anda lebih baik memilih salah satu cara untuk membuat tubuh lebih sejahtera dan tumbuh lebih sehat di hari tua.
Menurut survei terbesar di dunia lebih dari 18.000 orang dari 134 negara yang berbeda tentang topik ini, lebih dari dua pertiga (68 persen) dari masyarakat ingin lebih banyak istirahat.
Hampir sepertiga (32 persen) responden mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak istirahat daripada rata-rata orang, sementara 10 persen berpikir bahwa mereka membutuhkan lebih sedikit.
“Survei menunjukkan bahwa kemampuan orang untuk beristirahat, dan tingkat kesejahteraan mereka, terkait. Temuan ini memerangi umum, bermoralisasi hubungan antara istirahat dan kemalasan,” kata pemimpin peneliti Felicity Callard, ilmuwan sosial di Universitas Durham di Inggris.
Sisanya, kategori yang lebih luas daripada tidur memiliki komponen fisik, mental dan spiritual, kata studi tersebut.
Survei online sebagai tes sisanya, menemukan bahwa mereka yang merasa membutuhkan lebih banyak istirahat skor lebih rendah dalam hal kesejahteraan.
Demikian pula, orang-orang yang menjawab bahwa mereka pikir mereka mendapatkan lebih banyak istirahat daripada rata-rata atau tidak merasa perlu untuk lebih banyak istirahat, memiliki kesejahteraan skor dua kali lebih tinggi sebagai orang-orang yang ingin lebih banyak istirahat.
Selain itu, orang berpendapat bahwa membaca (58 persen), berada di lingkungan alam (53,1 persen), menikmati diri sendiri (52,1 persen), mendengarkan musik (40,6 persen), melakukan kegiatan khusus (40 persen ) sebagai lima kegiatan yang paling tenang yang sering dilakukan sendiri.
“Ini menarik bahwa kegiatan atas dianggap tenang dan sering dilakukan sendiri,” papar Callard.
“Mungkin itu bukan hanya jumlah jam istirahat atau kerja yang perlu kita perhatikan, tapi ritme pekerjaannya, istirahat dan waktu dengan dan tanpa orang lain,” tambahnya.
Survei tersebut meminta responden untuk menyatakan berapa jam istirahat mereka dalam 24 jam terakhir.
Rata-rata, lebih muda dan memiliki pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi dikaitkan dengan memiliki lebih sedikit jam istirahat.
Selanjutnya, orang-orang dengan tanggung jawab merawat atau menjalankan shift kerja yang termasuk malam juga melaporkan lebih sedikit jam istirahat.
“Survei ini menunjukkan betapa pentingnya kesejahteraan kita untuk memastikan orang memiliki waktu untuk beristirahat. Kita bisa mulai mencoba untuk bekerja dengan jumlah optimum istirahat dan bagaimana kita harus pergi beristirahat,” jelas Claudia Hammond. (ic)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here