Home >> Berau - Kubar >> Istrinya Meninggal, Ihsan Tak Tahu Sebabnya
IHSAN RAFI saat menggendong anaknya yang masih berusia 7 bulan
IHSAN RAFI saat menggendong anaknya yang masih berusia 7 bulan

Istrinya Meninggal, Ihsan Tak Tahu Sebabnya

22 Hari Menanti RSUD Abdul Rivai Beri Rekam Medik

TANJUNG REDEB – M Ihsan Rafi, warga Berau, dibuat bertanya-tanya. Sampai dengan saat ini, 22 hari lalu sejak meninggalnya sang istri tercinta, dia tidak kunjung tahu kepastian penyakit yang diderita istrinya. Upaya dia meminta rekam medik ke RSUD Abdul Rivai, tak kunjung dia dapatkan. Sementara manajemen rumah sakit berdalih, rekam medik diberikan berdasarkan putusan komite medik.
“Kalau (rekam medik) tidak saya minta, mungkin tidak dikasih. Ini pun juga setelah saya minta sejak 14 November 2016 lalu, sampai saat ini belum ada,” kata Ihsan, Rabu (23/11).
Padahal menurut Ihsan, rekam medik pasien yang tidak lain adalah istrinya, diberikan setelah pasien keluar dari rumah sakit. “Ini sudah 22 hari, jangankan medical audit, rekam medis saja tidak dikasih. Apa harus diminta dulu, baru dikasih?” tanya dia heran.
Ihsan berpegang pada Undang-undang No 29/2004 Tentang Praktik Kedokteran pasal 52 poin e, dimana dalam menerima pelayanan praktik kedokteran mempunya hak mendapatkan isi rekam medik.
Selain itu, sebagaimana tertuang dalam pasal 12 ayat 4 Permenkes 269 Tahun 2008 juga dijelaskan, ringkasan rekaman medik dapat diberikan, dicatat, atau dikopi oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau persetujuan tertulis pasien, atau keluarga pasien yang berhak untuk mendapatkan itu.
“Awal masuk rumah sakit, istri saya hanya kurang darah. Saya tidak mau berspekulasi penyebab meninggalnya istri saya. Saya cuma mau pernyataan resmi, tertulis melalui rekam medik, medical audit. Saya hanya minta mereka jujur, itu saja,” ungkapnya.
“Saya ikhlaskan istri saya, mau apa lagi? Toh tidak bisa dihidupkan lagi. Tapi, setidaknya ini menjadi momen untuk perbaikan rumah sakit ke depan, agar profesional, jujur dan bertanggungjawab. Rekam medik itu, hak pasien. Jadi, jangan dibuat-buat atau dikarang-karang. Saya cuma minta rumah sakit jujur,” sebut Ihsan, sambil menggendong anak terakhirnya yang masih berusia 7 bulan.
Dikonfirmasi, pelaksana tugas RSUD Abdul Rivai Nurmin Baso mengatakan, untuk mengeluarkan rekam medik pasien, harus melalui komite medik. Hanya saja, yang diminta oleh keluarga pasien, adalah audit yang harus dilakukan tim internal rumah sakit.
“Nanti pembentkan tim audit itu, tergantung komite medik. Sehingga hasil audit, juga akan disampaikan oleh tim,” kata Nurmin, tanpa memberikan kepastian kapan tim bekerja, dan kepastian rumah sakit untuk memberi rekam medik kepada Ihsan. (mh216)