Dipublish: 8 April 2013, 22:44

ITK Diperkirakan Beroperasi Paling Cepat 2015

BALIKPAPAN- Pem-bangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan hingga kini masih terkendala proses sertifikasi lahan.  Kondisi itu membuat dana dari APBN sebesar Rp39 miliar untuk pembangunan gedung  belum cair. Sedangkan, syarat pencairan dana pembangunan dari APBN adalah lahan harus sudah bersertifikat.
Kepala Kepala Perencanaan Pembangunan Daerah Balikpapan Suryanto mengatakan, saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur  telah mengupayakan, meminta pengecualian kepada Badan Anggaran Pusat agar pencairan dana bisa segera dilakukan.
“Jadi Gubernur kaltim sudah memberikan surat pernyataan jaminan bahwa lahan yang akan dibangun sedang dalam proses sertifikasi,” kata Suryanto, Senin (8/4).
Menurutnya, jaminan itu perlu dilakukan Pemerintah Provinsi Kaltim, lantaran proses sertifikasi butuh waktu yang tidak sebentar. Saat ini, lahan ITK yang sudah dibebaskan sekitar 60 hektare, dari jumlah seluruhnya 300 hektare.
“Itu yang saat ini sedang dalam tahap sertifikasi untuk pembangunan dua gedung kelas sebagai tahap pertama sekitar 2 hektare. Memang hanya sebagian kecil saja dari 60 hektare tersebut, tapi tetap saja harus menunggu sertifikasi,” sambungnya.
Suryanto mengungkapkan, setelah 60 hektare itu dibebaskan Pemerintah Provinsi Kaltim juga akan mensertifikasikan 120 hektare lahan tambahan. Lahan tersebut hasil tukar guling PLN dengan lahan Pemprov di Kawasan Industri Kariangau (KIK) untuk keperluan pembangunan  PLTU Kariangau.
“Untuk yang tukar guling ini diperkirakan lebih lama lagi proses sertifikasinya. Tapi belum mendesak, yang mendesak adalah yang 60 hektare tadi,” terangnya.
Sementara 100 mahasiswa ITK yang “dititip” belajar di Institut Teknologi Surabaya (ITS) juga belum bisa kembali ke Balikpapan.
Awalnya, 100 mahasiswa tersebut dijadwalkan bisa memakai gedung baru ITK di Balikpapan awal tahun ajaran baru 2013-2014, Juli mendatang.
Namun, hitung punya hitung, sertifikasi lahan paling cepat rampung pada saat anggaran APBN Perubahan sekitar Agustus mendatang. Itupun masih perlu melalui tahapan lelang. Jika  awal 2014 dibangun dua gedung kelas sebagai tahap pertama pembangunan ITK, ditarget rampung dalam 8 bulan. Itu baru konstruksinya saja belum termasuk properti di dalamnya.
“Jadi ya 2015 paling cepat bisa dipakai, itu targetnya,” imbuhnya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan ITK Sulistyono membenarkan hal tersebut. Pihaknya mewakili ITS, mengaku terganggu dengan permasalahan sertifikasi lahan yang belum tuntas. Sebab semua hal yang telah direncanakan menjadi berubah. Contoh tahun ajaran baru penerimaan siswa dikurangi sekitar 50 persen.
“Seperti 100 mahasiswa yang masih harus terus dititip di ITS. Imbasnya, penerimaan tahun ini per jurusan akan kita kurangi menjadi 10 orang saja,” terangnya, kemarin.
Diketahui, tahun lalu penerimaan mahasiswa baru terbuka untuk lima jurusan, yakni Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Kimia, dan Perkapalan, dengan masing-masing 20 mahasiswa baru. Sehingga totalnya 100 orang.
“Tahun ini per jurusan hanya akan menerima 10 mahasiswa. Hanya saja jumlah jurusannya memang ditambah menjadi 10 jurusan seperti yang ada di ITS. Yakni ditambah jurusan Metalurgi, Teknik Industri, Teknik Informatika, Matematika, dan Fisika. Jadi secara total tetap 100 mahasiswa baru tapi per jurusan dikurangi kuotanya karena faktor gedung ITK yang belum jadi,” katanya.
Pihaknya  berharap  pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang terletak di jalan Soekarno Hatta Km 13, Balikpapan Utar ini dapat segera selesai sertifikasinya sehingga siswa di Kaltim dan Kalimnatan dapat menikmati keberadaan ITK ini.(din)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger