Breaking News
Home >> Samarinda >> Izin Awal Ternyata Hanya Klinik
MENYALAHI ATURAN: Sudah berdiri megah dan melayani masyarakat, ternyata RS Siloam ini awalnya hanya meminta izin pembangunan klinik.
MENYALAHI ATURAN: Sudah berdiri megah dan melayani masyarakat, ternyata RS Siloam ini awalnya hanya meminta izin pembangunan klinik.

Izin Awal Ternyata Hanya Klinik

DPRD Larang RS Siloam Beroperasi karena Melanggar Aturan

SAMARINDA – Kamis (6/10) kemarin, Komisi I dan Komisi III DPRD Samarinda menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa titik bangunan yang dilaporkan tidak sesuai dengan perizinan.
Yang mengejutkan, salah satu bangunan yang diduga tak berizin tersebut adalah salah satu Rumah Sakit (RS) ternama, Siloam Hospital (RS Siloam) dimana untuk pendirian di Kota Tepian merupakan cabang dari Tangerang, Jakarta Utara. RS Siloam yang merupakan anak perusahaan dari Lippo Grup tersebut untuk di Samarinda berlokasi di Jalan Ahmad Yani (Cenderawasih), Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.
“Setelah kami mengunjungi ke lokasi dan melakukan pendataan serta pengecekan, ternyata pemiliknya tidak memiliki izin mendirikan rumah sakit. Awalnya yang terdata dalam BPPTSP (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu) Samarinda hanya mendirikan Klinik,” ujar Ketua Komisi III DPRD Samarinda Adhigustiawarman, usai sidak dikantornya di kantornya Jalan Basuki Rahmat.
Adhi berrsama anggota komisi lainnya sepakat untuk melarang beroperasinya RS Siloam ini sebelumnya melengkapi perizinan di BPPTSP. “Selain meminta dengan tegas agar pihak rumah sakit tidak beroperasi, kami juga mendesak mereka untuk segera melengkapi syarat-syarat untuk menjadi rumah sakit. Dikhawatirkan jika hal ini dibiarkan dan mereka tetap beroperasi, nantinya menimbulkan ketidakadilan bagi rumah sakit lainnya yang sudah membayar pajak sesuai perizinanannya. RS Siloam berdirinya sebagai rumah sakit, namun hanya membayar pajak klinik,” jelasnya.
Pantauan media ini, rumah sakit tersebut kemarin masih ada aktivitas, terbukti dengan datangnya pasien masuk keluar berobat di rumah sakit ini dan mereka datang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tak ada pimpinan di RS Siloam yang bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Hanya security atau petugas keamanan RS Siloan bernama Jumran yang memberikan penjelasan. Menurutnya, saat ini sudah ada perwakilan rumah sakit yang melapor ke BPPTSP untuk menindak lanjuti teguran dari dewan.
“Saya juga kurang tahu pimpinan kami kemana, yang jelas tadi sudah ada pihak rumah sakit yang mewakili untuk melengkapi izin. Memang sepengetahuan saya ini hanya berizin klinik dan bentuknya pun hanya klinik bukan rumah sakit,” ucap Jumran singkat. (ms315)