Home >> Akademika >> Jadwal Ujian Semester SDN 027 Ditambah Sehari
SEMPAT TERENDAM: Kondisi lantai gedung SDN 027 Samarinda ini masih terlihat kotor oleh sisa banjir yang sempat merendam sekolah. Akibatnya, jadwal ujian semester pun ditambah sehari.
SEMPAT TERENDAM: Kondisi lantai gedung SDN 027 Samarinda ini masih terlihat kotor oleh sisa banjir yang sempat merendam sekolah. Akibatnya, jadwal ujian semester pun ditambah sehari.

Jadwal Ujian Semester SDN 027 Ditambah Sehari

Sempat terganggu Akibat Banjir

SAMARINDA – Jadwal pelaksanaan ujian semester di SDN 027 Samarinda Ulu terpaksa harus ditambah hingga Sabtu 10 November mendatang, pasalnya pada hari pertama ujian gagal dilakukan karena banjir yang menggenangi gedung sekolah yang berada di Jalan Pramuka tersebut.
“Awalnya kami jadwalkan sampai hari Jumat saja, tapi karena kemarin gagal jadi untuk jadwal hari Senin yang tertunda kemarin kami tukar di hari Sabtu,” ujar Wali Kelas II SDN 027 Samarinda Ulu, Bariyani kepada Koran Kaltim (29/11) kemarin.
Menurut Bariyani, genangan air yang mencapai pinggang orang dewasa di kawasan gedung sekolah membuat pihak sekolah khawatir jika tetap dipaksakan untuk melakukan ujian. Selain itu akses jalan menuju sekolah juga sangat sulit. Pasalnya sepanjang Jalan Pramuka genangan air cukup tinggi.
Selain ujian semester yang terganggu, SDN 027 Samarinda Ulu juga mengalami beberapa kerugian fisik setiap kali terjadi banjir, barang-barang seperti meja dan kursi terutama yang terbuat dari bahan kayu, ketika terendam air dalam waktu yang cukup lama hingga membuat kursi dan meja mudah lapuk. Selain itu lemari, buku-buku yang tidak sempat diamankan juga rusak karena terendam air.
“Itu alat peraga pendidikan, keset, bak sampah hanyut. Belum lagi tanaman-tanaman itu juga terseret banjir rusak juga,” ungkapnya.
Ditambahkannya, banjir juga membawa serta sampah dan kotoran hingga kedalam kelas. Meskipun telah surut dan dibersihkan, sisa-sisa genangan menimbulkan bau yang tidak sedap. “Apalagi didalam ruang kelas, kasihan anak-anak itu terganggu,” tukasnya.
Ia menuturkan, beberapa kali pihak sekolah telah mengajukan permohonan perbaikan, apalagi 2 lokal gedung sekolah tersebut masih berupa bangunan kayu, dan pada beberapa bagian sudah nampak rapuh karena terendam banjir.
“Saya berharap ada solusi untuk perbaikan, yang pasti kasihan anak-anak kalau harus belajar didalam kondisi seperti itu,” harapnya. (rs616)