Jaksa Banding Vonis Seumur Hidup Bang Toyib


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:00:06
TANJUNG SELOR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Selor secara resmi sudah melayangkan memori banding atas kasus kepemilikan 2 kilogram (kg) narkoba jenis sabu-sabu dan tindak pidana pencucian uang. memori banding dilayangkan ke Pengadilan Tinggi Kaltim di Samarinda.

Kasus ini menghadirkan Arman Suyuti alias Saddang alias Bang Toyib (38) sebagai terdakwa. Sempat menjadi perbincangan hangat setelah di vonis bebas setelah Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor menyatakan tak bisa mengadili karena terdakwa bukan warga Tanjung Selor, pada 4 Agustus lalu.

Tepat pada 15 September, Bang Toyib di sidang dengan agenda putusan yang kemudian majelis hakim Sandi Muhammad Alayubi yang bertindak sebagai hakim ketua, dan dua anggota Risdianto dan Indra Cahyadi menvonis Arman dengan hukuman seumur hidup.

Usai putusan dibacakan, Bang Toyib melalui Penasehat Hukumnya (PH) mengajukan banding dengan alasan kliennya tak terbukti melakukan tindak kejahatan.

Menanggapi hal itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Selor, Gunawan Wibisono tegas bakal mengirimkan memori banding atas kasus tersebut.

“Meskipun PH Bang Toyib tak melakukan banding, kami yang akan melakukan hal tersebut,” tegasnya ditemui diruang kerjanya.

Dijelaskan Gunawan, kasus Bang Toyib masih belum berakhir. Pihaknya telah mengirimkan memori banding kepada Pengadilan Tinggi (PT) Kaltim di Samarinda untuk ditindak lanjuti. Sampai berita ini diturunkan, jaksa belum menerima balasan dari PT terkait memori banding tersebut.

“Kami menunggu, dan keputusannya ada di PT Samarinda. Bisa saja ini membutuhkan waktu lama, entah satu bulan atau bahkan lebih,” ungkapnya.

Menurut Kajari, kasus Bang Toyib yang terbukti sebagai pemilik barang haram seberat 2kg dan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tak cukup jika hanya dihukum seumur hidup.

“Bukti transaksi yang puluhan miliar jika hanya dihukum seumur hidup saja tak cukup. Apalagi narkoba 2kg dampaknya bagi generasi penerus bangsa sangat luar biasa,” bebernya.

Ia berharap kasus tersebut tetap dilanjutkan dengan menerima banding dari PH terdakwa sekaligus JPU bisa kembali menegaskan tuntutan terha-dap pria asal Bone Sulawesi Selatan itu.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa hukuman mati. JPU menyatakan ter-dakwa terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum, sesuai dengan pasal 114 jo pasal 132 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Terdakwa juga dikenakan pasal 3 UU Nomor 8 2010, tentang TPPU. (zz)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 days ago | dibaca 192 kali
img