Home >> Samarinda >> Jam 10 Malam Masjid Harus Steril

Jam 10 Malam Masjid Harus Steril

SAMARINDA – Menghindari adanya kegiatan yang berlatar belakang teror, Wakil Walikota Nusyirwan Ismail mencetuskan ide malam hari tidak ada lagi yang boleh tidur di masjid. Hal ini sebagai langkah untuk mengantisipasi agar kejadian bom molotov yang terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, tepatnya di Gereja Oikumene tak terulang. “Kalau diatas jam sepuluh malam, tidak boleh ada lagi yang tidur di masjid atau kegiatan apapun,” tegas Nusyirwan.
Aktivitas di masjid hanya boleh dimulai saat salat subuh dan lewat dari jam-jam salat wajib penjaga masjid harus memastikan seluruh pintu masjid tertutup rapat. “Kaum masjid pun harus memiliki surat keputusan yang telah ditetapkan bersama. Jangan biarkan orang manapun tidur di masjid apalagi pendatang yang belum memiliki rumah,” jelasnya.
Pihak dari kecamatan, kelurahan dan RT harus memantau setiap warganya yang baru menempati lingkungan sekitar. “Jadi siapapun warga yang tinggal disuatu lingkungan wajib diketahui oleh ketua RT sehingga jika terjadi aktivitas yang mencurigakan bisa segera ditangani oleh pihak yang berwajib,” tutur Nusyirwan.
Apalagi bulan depan umat Kristiani akan merayakan Hari Natal, sehingga Pemkot Samarinda terus berupaya agar lingkungan tetap kondusif. “Kita semua pasti tidak ingin Samarinda menjadi zona teroris selanjutnya dan kita tidak ingin jaringan mereka semakin meluas. Sebentar lagi Hari Natal, pemkot harus bisa melindungi warganya agar tetap tenang menjalankan ibadah. Kami minta semua pihak bisa membantu kami untuk mengamankan kota ini, dengan tetap menjaga solidaritas dan tolerasi terhadap sesama umat,” pungkasnya. (ms315)