Lagi, Jambret Beraksi di Samarinda


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:05:33
Ngelem Sebelum Beroperasi, Tertangkap Basah Babak Belur Dimassa



SAMARINDA - Dua pria dewasa jadi bulan-bulanan warga di Jalan Kemuning, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (4/10) malam. Keduanya diketahui, Ju (23) dan He (31) pelaku jambret yang berhasil ditangkap warga sesaat setelah melancarkan aksinya.

Keduanya tak bisa menghindar dari bogem mentah warga. Keduanya jadi pelampiasan karena ulah mereka yang sudah terlalu meresahkan. Jelas saja keduanya bonyok setelah tertangkap basah mencuri dompet yang disimpan di dashboard motor.

Dihadapan polisi, Ju yang bertindak selaku eksekutor mengaku beraksi setelah ‘ngelem’. Ia beralasan, dengan kondisi teler bisa lancar menjalankan aksinya. “(Pakai lem) biar lebih santai aja saat beraksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, niatnya melakukan penjambretan muncul ketika ia sedang jalan-jalan menggunakan motor milik He. Saat melintas di Jalan Kemuning, perhatian kedua pria tersebut langsung tertuju kepada sebuah dompet warna cokelat yang disimpan pemiliknya di dashboard motor.

Niat jahat kedua pria itu kemudian timbul dan langsung membagi tugas. He memantau dari kejauhan, semen-tara Ju berjalan menuju motor korban. Ditengah keramaian, Ju nekat mengambil dompet tersebut. Sial, rupanya aksinya dipergoki warga. Belum sempat kabur, teriakan ‘maling’ langsung diarahkan kepadanya.

Hanya dalam waktu singkat, warga berkumpul dan berhasil mengaman-kan Ju. Tak lama berselang He yang tak dapat melarikan diri juga ditangkap.

Maraknya aksi pencurian dan penjambretan di Samarinda membuat warga kesal dan mengadiah pelaku dengan bogem mentah.

“He ditangkap saat ia berusaha kabur,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Sungai Kunjang, Iptu Heru Santoso.

Dihadapan polisi, Ju mengaku sudah dua kali melakukan aksi menjambret. Aksi perdananya dilakukan di Samarinda Seberang. Heru menga-takan, tidak menutup kemungkinan jika para pelaku pernah melakukan tindak kejahatan di tempat lain.

“Bisa saja sudah beraksi lebih dari 2 kali, namun kami masih lakukan penyelidikan lagi,” ujarnya. (dor)

loading...

baca LAINNYA