Breaking News
Home >> Gaya hidup >> Jangan Pernah Remehkan Rematik

Jangan Pernah Remehkan Rematik

BEBERAPA orang menganggap rematik adalah penyakit untuk orang tua yang bisa mengakibatkan hal yang fatal. Namun dr Muhammad Satriyo Wirawan, Sp PD berpendapat berbeda.
“Rematik adalah penyakit gangguan pada persendian dan otot yang bisa disebabkan oleh banyak sebab. Setidaknya ada 190 jenis rematik. Rematik tidak memandang usia, dari anak muda sampai orang tua,” kata Satriyo kepada Koran Kaltim, Selasa (29/11).
Dia menerangkan, jenis rematik yang paling banyak kasusnya adalah Osteoartritis yang disebabkan oleh obesitas, umur yang mulai tua hingga pekerjaan yang berat. Selanjutnya adalah Septik artritis yang merupakan gangguan pada sendi yang disebabkan infeksi, dan yang terbanyak terakhir, Mialgia yang merupakan gangguan pada otot.
“Untuk penderita Osteoartritis, biasanya dikarenakan oleh umur, obesitas dan pekerjaan yang berat. Pada orang tua, kondisi tulang rawan dan cairan pelumas pada persendian itu berkurang, sehingga menyebabkan gesekan pada tulang. Pekerjaan yang berat dan obesitas cenderung membebani persendian lutut. Ini bisa menyebabkan Osteoartritis jika dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sementara Septik artritis biasanya disebabkan infeksi oleh bakteri, jamur maupun virus yang bisa membuat persendian menjadi bernanah jika sudah terlanjur parah. “Septik artritis itu kondisi gawat darurat untuk jenis rematik. Kita harus mengeluarkan nanahnya itu dulu, dan menghentikan infeksinya sebelum menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kematian,”katanya.
Untuk para atlit, anak muda yang senang berolahraga dan pekerja kantoran, Mialgia atau gangguan otot bisa menyerang mereka saat terjadi cedera atau terlalu lama duduk. Segera tangani dengan pijatan dan urut bagian yang sakit secara perlahan. “Pijat dan urut itu bisa dikatakan sebagai fisioterapi untuk penderita Mialgia. Mialgia ini bisa dihindari dengan pemanasan sebelum berolahraga dan gerak tubuh ringan saat pagi hari agar aliran darah bisa lebih lancar saat beraktifitas,” ujar Satriyo.
Untuk pencegahan secara rematik, satriyo mengatakan untuk memulainya dari diri sendiri contohnya mengurangi berat badan berlebih (obesitas), kurangi pekerjaan yang membebani lutut dan gerak tubuh secukupnya di pagi hari dan sebelum olahraga.(ted1116)