Dipublish: 23 Agustus 2013, 21:30

Janji Terima Hasil Suara

COVER

Deklarasi Damai Tiga Pasangan Calon, Kaltim Sudah Masuki Masa Kampanye

SAMARINDA – Tiga pasangan Cagub-Cawagub Kaltim yakni Awang Faroek-Mukmin Faisyal, Farid Wadjdy-Sofyan Alex dan Imdaad Hamid-Ipong Muchlissoni telah mendeklarasikan pernyataan damai dan siap menjaga kondusifitas Pilgub Kaltim 10 September 2013. Pernyataan tersebut dibuat bersama-sama dengan Gladi Lapang (Simulasi) Pengamanan Pilgub Kaltim 2013 oleh Polda Kaltim di GOR Madya Sempaja, kemarin (23/8).            Kapolda Kaltim Irjen Pol Dicky D Atotoy tampak memimpin acara dan pembacaan deklarasi dilakukan Ketua KPU Kaltim Andi Sunandar yang diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon).

Pernyataan para paslon adalah menyatakan tekad untuk dipilih dan tidak terpilih. Saling menghormati, menghargai dan menerima hasil penetapan, pengundian nomor urut dan pengumumana paslon. Tunduk dan taat kepada aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan kampanye serta menjaga keamanan dan ketertiban. Mengimplementasikan demokrasi lokal yang bermartabat, bernilai, beretika dan menyelesaikan masalah secara mufakat. Tidak melakukan praktek jual beli suara. Menghormati dan menerima hasil perhitungan suara dan tidak menggerakan massa setelah pemungutan dan perhitungan di TPS. Terakhir, apapun pilihan rakyat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Kita sudahh melaksanakan deklarasi damai, ini merupakan langkah awal bahwa seluruh paslon berkomitmen untuk bisa melaksanakan proses Pilgub dengan aman dan tertib, siap dipilih dan tidak terpilih,” tandas Andi Sunanadar kepada Koran Kaltim.

Sementara, simulasi pengamanan diperagakan oleh aparatur kemanan Polda Kaltim. Dimulai dari proses distribusi logistik, kamapanye, minggu tenang, pemungutan suara, hingga demonstrasi massa. Adegan penanganan Keamanan dipertontonkan para aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya mengawal Pilgub Kaltim 2013.

“Polisi bertugas dan punya kewajiban mempersiapkan diri dalam pengamanan Pilgub Kaltim. Wujudnya seperti yang ada di dalam gladi tersebut. Semua tahapan yang berpotensi terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sudah siap kita antisipasi,” ungkap Kapolda Dicki.

Adapun tahapan dari proses pelaksanaan Pilgub yang dianggap puncak rawan oleh Polda Kaltim, yakni masa kampanye, minggu tenang dan pemungutan suara. Diakuinya, secara umum kondisi dan suhu politik saat ini semakin meningkat, namun dari pantauan pihaknya masih dikategorikan kondisi aman karena belum bersinggungan dengan akses keamanan dan ketertiban dengan masyarakat.

“Suhu politik meningkat saat ini sudah biasa terjadi. Situasi saat ini masih kondusif dan semoga dapat kita rawat dengan baik. Kami menghimbau, mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar Pilgub sukses pelaksanaannnya,” harapnya.

Ditambahkan, Andi Sunandar, mulai hari ini tahapan kamapnye telah dimulai hingga 14 hari ke depan, dilanjutkan tiga hari tenang dan menyusul pemungutan suara pada 10 September mendatang. Pihaknya turut mengimbau warga kaltim untuk menggunakan hak suaranya karena hari tersebut merupakan hari yang telah diliburkan.

“Terkait Kaltara, saya tegaskan sesuai dengan UU 20/2012 mereka tetap masuk dalam wilayah Kaltim dan dapat menggunakan hak pilihnya di Pilgub, Pileg dan Pilpres,” imbuhnya. (fac413/sar113)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger