Breaking News
Home >> Samarinda >> Jauh, Becek dan Tak Ada Listrik
MASIH KOSONG: Areal lahan seluas empat hektar milik Hariyono di Mugirejo yang masih berupa tanah kosong ini digadang jadi kawasan pengganti untuk warga yang rumahnya di SKM Ruhui Rahayu dibongkar pemerintah lalu.
MASIH KOSONG: Areal lahan seluas empat hektar milik Hariyono di Mugirejo yang masih berupa tanah kosong ini digadang jadi kawasan pengganti untuk warga yang rumahnya di SKM Ruhui Rahayu dibongkar pemerintah lalu.

Jauh, Becek dan Tak Ada Listrik

Lokasi Lahan untuk Rumah Warga SKM yang Digusur di Mugirejo

SAMARINDA – Rasa khawatir warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) yang rumah mereka di kawasan S Parman (Ruhui Rahayu) dibongkar karena berada di atas tanah pemerintah, terkait tidak siapnya lahan pengganti untuk mereka tinggal selanjutnya di Jl Lubuk Sawah RT 16 Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang tampaknya beralasan.
Dari pantauan media ini di lokasi yang disiapkan pihak developer pembangunan perumahan, jaraknya cukup jauh dari pusat kota, sekitar satu jam menuju lokasi lahan yang sangat sepi dan kondisi jalan rusak berlumpur karena becek. Tak juga terlihat aliran listrik sehingga dipastikan malam hari akan sangat gelap di daerah tersebut.
“Lokasi ini milik saya, saya jual kepada warga SKM tanpa memakai uang muka, Cuma besaran dan angsurannya tentu ada kesepakatan bersama nantinya. Saya meminta kepada Pemkot Samarinda untuk administarsi agar di permudah supaya warga SKM yang akan mengambil tanah saya bisa cepat membangun rumah dan tinggal di daerah ini,” kata pemilik lahan Hariyono kepada Koran Kaltim Rabu (5/10) kemarin saat ditemui di lokasi
Bukan tanpa alasan Hariyono meminta kepada pemerintah agar memberikan kemudahan urusan administrasi kepada warga, karena nantinya dirinya masih harus membenahi banyak di lokasi tersebut yang memerlukan biaya tak sedikit. “Listrik dan pengerukan harus disegerakan agar warga tak lama tinggal di posko SKM. Pemerintah harus membantu juga proses pemindahan ini, jangan sampai mereka dipersulit. Saya tidak minta uang, hanya minta dipermudah administrasinya agar kami juga enak membantu warga. Saya punya lahan ini 4 hektar, silahkan warga mengambil berapa ukurannya sesuai kemampuan, nanti dibuatkan aturan jual belinya,” papar Hariyono lagi.
Ditemui terpisah, salah seorang perwakilan warga SKM Abdul Rahman menjelaskan, dirinya dan warga lain tidak bisa pindah dari SKM Ruhui Rahayu kalau lahan belum siap. Namun kalau lahan siap kapan saja mereka bisa pindah. “Kami tidak masalah disuruh pindah tapi harus jelas juga pindahnya kemana. Di Lubuk Sawah ini masih perlu pengerukan dan listrik, jadi kami minta pihak terkait bisa menjembatani masalah kami ini,” kata Rahman. (man)