Home >> Headline >> Jokowi Bakal Resmikan Waduk Teritip

Jokowi Bakal Resmikan Waduk Teritip

BALIKPAPAN – Rencananya, Presiden Joko Widodo bakal melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan dalam rangkaian amnesti pajak tahap II, khususnya sektor pertambangan dan migas di Kaltim dan Kalimantan Selatan. Kunjungan tersebut berlanjut ke Makassar dan Riau dan Kaltara. Jika sesuai jadwal, maka kunjungan tersebut menjadi kunjungan kedua Jokowi setelah 24 Maret lalu meninjau proyek pembangun jalan tol Balikpapan-Samarinda dan Waduk Teritip.
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menjelaskan, belum ada jadwal pasti terkait rencana kedatangan Presiden, namun telah dijadwalkan akhir bulan November atau Desember 2016. Jika memungkinkan, sekaligus dirangkai peresmian Waduk Teritip.
“Kita masih tunggu jadwal, karena dirangkai sosialisasi amnesti pajak tambang, mineral dan peresmian Waduk Teritip,” kata Rizal usai bertemu Kepala Kanwil Pajak Kaltimra di Balai Kota, kemarin.
Rizal mengaku, sosialisasi amnesti pajak tambang dan mineral merupakan satu rangkaian sosialisasi di sejumlah daerah, seperti Balikpapan, Makassar dan Riau. “Mungkin sector mineral atau tambang perlu dimaksimalkan, sehingga Presiden bakal kunjungi 4 kota di Kaltim, Kaltara dan Kalsel,” tuturnya.
Soal Waduk Teritip, secara fisik pembangunan nyaris rampung. Meski saat ini masih ada persoalan pembebasan lahan yang rencananya dituntaskan pada bulan November ini. Karena, seusai target, operasional waduk akan dimulakan pada bulan Agustus 2017.
Waduk Teritip merupakan proyek tahun jamak yang dikerjakan mulai bulan April 2014. Proyek yang menghabiskan dana Rp250 miliar dari APBN itu menjadi solusi atasi krisis air di Balikpapan. Saat ini, sumber air baku PDAM hanya andalkan Waduk Manggar dengan 900 liter per detik ditambah Waduk Sumbur Dalam 300 liter per detik.
Diprediksi, Waduk Teritip mampu menampung air dengan kapasitas 175 liter per detik. Waduk yang dibangun diatas lahan seluas 110 hektare dari 285 hektare lahan yang disiapkan. Adapun 175 hektare lahan tersisa akan dimanfaatkan untuk kawasan penghijauan. (din)