Jokowi: Saling Fitnah dan Hujat, Habis Energi Kita...


korankaltim
korankaltim
2017-05-20 07:00:05
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyoroti fenomena saling fitnah dan hujat di media sosial. Ia berpesan, jangan sampai energi bangsa habis karena melakukan hal-hal yang tidak perlu.

“Saling fitnah, saling menghujat, saling menjelekkan dan saling menolak. Jadi habis energi kita untuk itu,” ujar Jokowi, di Natuna, Kepulauan Riau, seperti dikutip siaran pers resmi Istana, Jumat (19/5).

“Kita hanya terjebak pada hal yang menghabiskan energi kita. Energi kita habis dan kita tidak mendapatkan apa-apa, kecuali saling curiga di antara kita,” lanjut dia.

Jokowi meminta mereka yang memfitnah dan menghujat di media sosial untuk melihat negara lain yang produktif, dan fokus pada kemajuan teknologi.

Jokowi khawatir Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara lain. Ia juga berpesan agar masyarakat lebih selektif, melakukan filter terhadap fitnah, hujatn, dan kabar bohong.

“Tugas kita bersama untuk membentengi negeri ini dari panasnya suasana, kabar-kabar bohong, kabar-kabar fitnah seperti itu,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan tu pula, Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya empat prajurit TNI Angkatan Darat saat melaksanakan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).

“Saya mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya empat prajurit TNI dalam latihan PPRC dan juga korban (luka) yang dirawat di rumah sakit,” ujar Jokowi di Bukit Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau..

Diketahui, sebanyak 12 personel TNI tersambar peluru sendiri. Empat di antaranya meninggal dunia, sementara delapan lainnya terluka.

Sebabnya, senjata jenis Giant Bow milik Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat mendadak mengalami kemacetan sehingga menembakkan peluru berkaliber 23 mm ke segala penjuru.

Peristiwa nahas ini terjadi saat latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) lalu.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono memastikan, biaya perawatan korban luka ditanggung sepenuhnya oleh TNI. Keluarga korban prajurit yang tewas juga diberikan santunan. (kc)

loading...

baca LAINNYA