Breaking News
Home >> Akademika >> Ini Juara Olimpiade Matematika dan Sains
OMSI: Ratusan peserta Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) mengerjakan soal-soal yang diberikan panitia (ist)
OMSI: Ratusan peserta Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) mengerjakan soal-soal yang diberikan panitia (ist)

Ini Juara Olimpiade Matematika dan Sains

TANGERANG – Olimpiade Matematika dan Sains Indonesia (OMSI) telah mencapai tahap puncak. Para jawara telah diumumkan. Acara yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang itu sudah diikuti oleh ratusan peserta dari Makasar, Jateng, Jatim, Jabodetabek, Bali, Balikpapan dan Jabar.
Dalam kompetisi ini, terdapat masing-masing 10 pemenang yang mendapatkan medali emas di bidang matematika dan sains, 15 pemenang medali perak pada masing-masing bidang, dan 28 perunggu bagi masing-masing bidang.
Adapun pemenang terbaik dari bidang sains yang membawa pulang trophy adalah Raihan Achmad Maulana dari SD Luqman al Hakim, Jember, Jawa Timur. Sedangkan pemenang terbaik di bidang matematika adalah Rafael Kristoforus dari SDK Penabur Gading Serpong, Tangerang.
Ridwan Hasan Saputra selaku Presiden Direktur KPM mengungkapkan para peserta yang mengikuti OMSI adalah anugerah bagi mereka. IMSO yang juga perhelatan komppetisi matematika sains, yang diselenggarakan oleh KPM dan bekerja sama dengan Pemkot Tangerang itu bertaraf internasional. Sementara para peserta OMSI juga merupakan peserta seleksi IMSO yang tidak lolos.
“Itu kebahagiaan dan anugerah bagi kalian, karena dengan mengikuti OMSI ini, kalian juga telah mengikuti IMSO (International Mathematics and Science Olympiade),” ujarnya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (11/11).
Ridwan mengatakan hal itu merupakan anugerah bagi para peserta yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu karena soal yang diberikan pada IMSO dan OMSI sama. Hanya berbeda bahasanya saja, jika IMSO menggunakan bahasa Inggris. Sehingga para peserta OMSI sama saja sedang mengerjakan soal kompetisi tingkat internasional.
“Jadi wajar kalau agak kesulitan mengerjakannya,” katanya bergurau dengan peserta.
Saat membuka OMSI 2016, Presiden Joko Widodo mengingatkan para delegasi bahwa esensi dari ilmu pengetahuan adalah bagaimana agar hal tersebut dapat bermanfaat bagi kebaikan bersama.
“Jangan hanya disimpan di kepala kita masing-masing, jangan hanya pintar untuk diri sendiri, dan jangan hanya untuk kejayaan pribadi,” katanya.
Dalam ajang IMSO memang ada perebutan medali, namun Presiden menegaskan hal yang lebih penting yakni ketika setiap peserta pulang dengan membawa perspektif yang makin terbuka dan pengetahuan yang semakin luas.
“Di IMSO berkumpul delegasi dari 22 negara yang semuanya dapat saling bertukar pikiran, bertukar ilmu, dan bertukar pengalaman,” katanya.
Maka ia meminta para peserta menjadikan IMSO sebagai ajang untuk meningkatkan pengetahuan, membagi pengalaman, memperkuat rasa percaya diri, mempertebal rasa kemanusiaan dengan semangat berbagi ilmu antara delegasi. (rol)