Published On: Jum, Jun 21st, 2013

Kades Tanah Kuning Membantah

TANJUNG SELOR – Tudingan warga Desa Tanah KuningKecamatan Tanjung Palas Timur bahwa pihak pemerintah setempat tidak transparan, dinilai berlebihan oleh Kepala Desa Tanah Kuning, Rusman Ahmad. Kompensasi ganti rugi lahan dari dua perusahaan perkebunan sawit asal Malaysia,yakni PT Bulungan Citra Argo Persada (BCAP) dan PT Prima Bahagia (PB), tidak ditutupi.
Rusman mengaku semua lembaga pemerintahan di desanya, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dilibatkan dalam proses verifikasi penerima kompensasi lahan yang digarap kedua perusahaan itu. Bersama sejumlah tokoh masyarakat dan lembaga tadi, telah dibentuk tim indentifikasi dan verifikasi. Untuk menentukan siapa saja pemilik lahan yang bakal menerima kompensasi.
“Yang menentukan itu ada tim yang bekerja dan dikuatkan oleh Surat Keputusan (SK) Kades Tanah Kuning tentang lahan yang masuk garapan PB dan sempat dihentikan sementara. Sebenarnya lahan itu pernah kami pertanyakan,karena HGU yang dimiliki hanya berada didesa Binai, bukan berada diwilayah Desa Tanah Kuning,” katanya pada Koran Kaltim.
Sebelum dilanjutkan, jelas Rusman,mereka bersama tim mendengardulu penjelasan pihak perusahaan. Sehingga saat itu ada dua alternatif diberikan perusahaan. Antara lain, lahan  Plasma akan diberikan seluas 20 persen dari areal perusahaan. “Karena izin yang ada bukan berada diwilayah desa kami, maka solusi lainnya kami meminta lahan yang digarap itu dijadikan lahan kebun kas desa. Yang memang selama ini belum dimiliki Desa Tanah Kuning,” ungkapnya.
Terkait para penerima kompensasi bukan warga desanya, Rusman mengaku sebagian besar dana kompensasi lahan yang masuk wilayah Tanah Kuning diterima warga Desa Binai. Rahman juga menyebut, hal itu telah diakui Kepala Desa Binai yang telah bertemu langsung pihaknya. Bahkan Kades Desa Binai telah meminta maaf, sehingga kondisi itu tidak dipermasalahkan. Sebab lahan tersebut telah digarap warga Desa Binai sebelum PB mendapatkan izin. Saat itu belum ada batas desa yang jelas antara Desa Binai dan Tanah Kuning.
“Jika warga masih belum puas kami siap menjelaskan duduk perkaranya. Selama ini warga juga telah bertanya langsung pada saya. Tapi karena kami ini tidak punya data itu, maka kesulitan untuk menjelaskannya. Apalagi data yang dibutuhkan warga itu ada di pihak perusahaan,” tegas Rusman. (vic513)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web