Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Kakek 65 Tahun Cabuli Bocah Kelas II SD
Kakek Bejat: Dua anggota Polsek Anggana, Kukar menggiring AM, 65 tahun yang ditangkap kasus pencabulan. Warga Sungai Meriam ini sudah berkali-kali mencabuli bocah kelas II SD dengan iming-iming uang RP5-Rp10 ribu.
Kakek Bejat: Dua anggota Polsek Anggana, Kukar menggiring AM, 65 tahun yang ditangkap kasus pencabulan. Warga Sungai Meriam ini sudah berkali-kali mencabuli bocah kelas II SD dengan iming-iming uang RP5-Rp10 ribu.

Kakek 65 Tahun Cabuli Bocah Kelas II SD

Terangsang Lihat Korban Mandi Telanjang di Sungai

TENGGARONG – Kasus pencabulan lagi-lagi terjadi di Kabupaten Kukar. Kali ini melibatkan kakek berusia 65 tahun berinisial AM, warga Jalan Mahakam, RT 13, Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana. Sang kakek diduga telah mencabuli bocah kelas II SD yakni SA (8), tetangganya sendiri.
Informasi yang dihimpun media ini dilapangan, AM telah beberapa kali mencabuli korban, baik di rumah hingga toko tersangka. Menjalankan niatnya, korban selalu di beri uang Rp5 hingga Rp10 ribu setiap kali sebelum dan sesudah perbuatan tercela tersebut dilakukan.
Kapolres Kukar, AKBP Fadillah Zulkarnaen melalui PS Kapolsek Anggana, IPTU Suwarsono didam-pingi Kanit Reskrim, IPDA Baharuddin mengatakan kasus pencabulan ini diduga sudah terjadi sejak Mei-September 2016.
Kasus ini terungkap akhir September lalu, saat korban SA mengeluh ke ibunya. Ia mengeluh kemaluannya sakit saat buat air kecil. Ibu SA yang mengetahui perlakuan AM ke anak tercintanya ini keberatan dan melaporkan kasus ini ke Polsek Anggana.
AM diciduk, Jumat (7/10) dan sampai saat ini masih ditahan untuk diproses penyelidikan di Polsek Anggana. “Tersangka sudah mengakui perbuatannya, kasus pencabulan ini sudah terjadi beberapa kali. Hanya saja tersangka lupa pastinya berapa kali melakukan,” katanya.
Dari hasil visum terhadap korban, diketahui kemaluan SA didapati luka lecet.
Kasus ini kata dia, bermula saat SA kerap mandi di sungai belakang rumahnya. Meski hanya seorang bocah, AM yang melihat korban mandi tanpa sehelai benang itu merasa terangsang hingga akhirnya tergiur dan nekad menjalankan aksi pencabulan tersebut. “Tersangka ini duda. Istrinya meninggal 10 tahun lalu,” bebernya.
Akibat perbuatannya itu, AM terancam dijerat Pasal 76 Huruf e Junto Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35/2014 atas perubahan Undang-Undang RI Nomor 23/2003, tentang Perlindungan Anak dan terancam kurungan penjara di atas lima tahun. “Untuk lengkapnya, besok kasus ini akan dirilis Kapolres,” terang Suwarsono. (ami)