Kali Ini Beda


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:05:30
TURIN – Piala Eropa 2016 Juni-Juli lalu masih menyisakan rasa kecewa bagi Spanyol. Juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010 silam ini takluk dua gol tanpa balas dari Gli Azzurri pada fase 16 Besar yang membuat mereka tersingkir.

Belum lagi hilang rasa kecewa itu, kedua negara akan kembali bersua di kualifikasi Piala Eropa 2018 Grup G. di Juventus Stadium, Turin, La Furia Roja menghadapi ambisi besar tuan rumah yang ingin menggeser mereka di puncak klasemen dimana saat ini mereka sama-sama mengemas tiga angka namun Spanyol unggul produktivitas gol. Posisi salah satu dari kedua negara bisa turun ke peringkat empat kalau kalah sementara Albania yang juga memiliki tiga angka bisa menang dari Liechtstein.

Di partai pembuka, Spanyol menang telak 8-0 dari Liechtenstein sementara Italia mengalahkan tuan rumah Israel 1-3. Modal awal yang bagus ini dibawa sebelum bentrok di matchday kedua Jumat (7/10) dinihari nanti.

Bek Italia Leonardo Bonucci berharap negaranya bisa mengulangi sukses seperti di Piala Eropa lalu. “Ketika saya mengingat kejadian di Paris (menang 2-0), saya jadi bersemangat,” kata Bonucci dalam jumpa pers jelang pertandingan seperti dikutip Soccerway. “Kenangan tersebut sungguh membangkitkan motivasi saya karena bisa mengalahkan tim terkuat di dunia, meski pada saat itu mereka tidak dalam kondisi terbaik,” imbuhnya.

Kendati demikian, Bonucci sadar bakal menghadapi Spanyol yang berbeda. Selain dihuni wajah baru, La Furia Roja juga dipimpin pelatih baru, Julen Lopetegui. “Kami akan menghadapi Spanyol yang berbeda dari yang kita lawan di Piala Eropa. Mereka memiliki motivasi baru karena dipimpin pelatih baru dan juga punya mental dan kondisi fisik yang berbeda. Mereka akan tampil lebih bersemangat untuk menebus kekalahan di Piala Eropa lalu. Kami harus melakukan sesuatu yang lebih baik dari pertandingan di Israel (menang 3-1) karena kami akan melawan salah satu timnas terbaik di dunia,” tutur Bonucci.

Italia mengandalkan kekuatan trio BBC, Andrea Barzagli, Bonucci dan Giorgio Chiellini di depan gawang Buffon sembari sesekali melakukan serangan balik yang cepat lewat pergerakan Marco Verratti dan Antonio Cadreva untuk menyokng Graziano Pelle dan Eder Citadins Martin.

Sementara Spanyol pastinya enggan kembali di gampar secara beruntun oleh Italia. Untuk itu Spanyo siap tampil menggebrak di laga ini dengan kembali memanggi Diego Costa yang sedang onfire atau Alvaro Morata yag paham sepakbola Italia karena pernah membela Juventus dalam 2 musim terakhir sebelum kembali ke Madrid.

Sebelum laga ini, Julen Lopetegui mencoret empat pemain yang merumput di Liga Premier Inggris dari klub Chelsea, Juan Mata, Pedro, Cesar Azpilicueta dan Cesc Fabregas. Kiper Iker Casillas juga dicoret.

Gelandang La Furia Roja, Sergio Busquets, bertekad membalaskan dendam dengan merebut kemenangan di depan publik Italia. “Kami telah membuat sejumlah kesalahan di Piala Eropa dan sekarang waktunya untuk balas dendam,” kata Busquets dalam konferensi pers jelang pertandingan yang dikutip Football Italia.

Pemain Barcelona itu mengakui melawan Italia bukanlah pertandingan menentukan. Namun, duel ini bakal menjadi penentu siapa yang pantas berada di posisi teratas klasemen. “Ini bukan pertandingan yang menentukan antara dua tim, tapi penting untuk memperebutkan posisi teratas dalam klasemen grup. Faktanya kedua tim ini adalah yang terkuat dalam grup kami,” ujar Busquets. (fi/mar)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 weeks ago | dibaca 1.091 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 week ago | dibaca 251 kali
img