Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Kaltim Deflasi 0,02 Persen

Kaltim Deflasi 0,02 Persen


korankaltim
korankaltim
2016-10-06 05:00:58
SAMARINDA-Provinsi Kalimantan Timur sepanjang September 2016 mengalami deflasi 0,02 persen atau terjadi perubahan indeks harga konsumen dari 128,55 pada Agustus menjadi 128,52 pada September.

"Deflasi terjadi lantaran adanya penurunan indeks harga yang tinggi pada salah satu kelompok pengeluaran, yakni bahan makanan yang menurun 0,99 persen," ucap Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim M Habibullah, kemarin.

Sedangkan untuk kelompok pengeluaran lainnya masih mengalami kenaikan harga atau berinflasi, seperti kelompok pendidikan, olahraga dan rekreasi masih tinggi inflasinya yang mencapai 0,41 persen, disusul kelompok kesehatan berinflasi 0,40 persen.

Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau berinflasi 0,23 persen, kelompok perumahan berinflasi 0,23 persen, kelompok transportasi dan komunikasi berinflasi 0,11 persen, kemudian kelompok sandang berinflasi 0,03 persen.

Rincian kelompok bahan makanan yang berdeflasi 0,99 persen, di antaranya sumbangan dari sub ikan segar 2,50 persen dan ikan diawetkan 1,28 persen.

Kemudian sub telur, susu dan hasilnya 0,16 persen, sayur mayur 4,97 persen, kacang-kacangan 0,38 persen, buah-buahan 0,50 persen, bumbu-bumbuan 1,48 persen, dan bahan makanan lain 0,39 persen.

Ia melanjutkan, jika dirinci menurut dua kota di Kaltim yang dijadikan sebagai patokan indeks harga konsumen (IHK), maka pada September 2016 Kota Samarinda mengalami deflasi 0,20 persen dengan IHK 127,49, sedangkan Kota Balikpapan mengalami inflasi 0,21 persen dengan IHK 129,88.

"Sampai September, inflasi tahun kalender di Samarinda sebesar 1,76 persen dan di Balikpapan sebesar 2,79 persen. Sedangkan inflasi `yoy` September untuk Samarinda mencapai 3,53 persen dan Balikpapan 4,90 persen," ujarnya.

Menurutnya, IHK merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga baik inflasi atau deflasi pada konsumen khususnya di daerah perkotaan.

"Perubahan IHK menunjukkan pergerakan komoditas yang dikonsumsi rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK yang diumumkan ke publik tiap awal bulan," ujarnya. (ant)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 weeks ago | dibaca 186 kali
img