Home >> Olahraga Daerah >> Kaltim Gelar Kejuaraan Barongsai se-Indonesia
PRESTASI : Cabang olahraga barongsai pada PON XIX di Jabar lalu masih berstatus eksibishi, meski begitu barongsai Kaltim sudah menunjukkan prestasinya dengan mempersembahkan 2 perak dan 2 perunggu, kedepan pada PON 2020 mendatang di Papua, prestasi mereka terus ditingkatkan.
PRESTASI : Cabang olahraga barongsai pada PON XIX di Jabar lalu masih berstatus eksibishi, meski begitu barongsai Kaltim sudah menunjukkan prestasinya dengan mempersembahkan 2 perak dan 2 perunggu, kedepan pada PON 2020 mendatang di Papua, prestasi mereka terus ditingkatkan.

Kaltim Gelar Kejuaraan Barongsai se-Indonesia

SAMARINDA – Pengprov Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kaltim dalam rangka HUT Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akan menggelar kejuaraan barongsai se-Indonesia. Rencananya gelaran kejuaraan senusantara itu akan digelar pada tahun 2017 di salah satu mall terbesar di Samarinda.
Untuk diketahui cabang olahraga barongsai merupakan salah satu cabor eksibishi yang prestasinya menonjol. Saat PON XIX Jabar 2016 mereka mempersembahkan 2 perak dan 2 perunggu. Sebagai cabor pendatang baru, pencapaian Kaltim tergolong bagus.
Ketua Pengprov FOBI Kaltim, Robin Jonathan mengatakan dengan adanya kejuaraan ini dapat memotivasi atlet lebih meningkatkan pretasinya di kancah nasional maupun internasional. Bukan tidak mungkin pada PON mendatang barongsai sudah menjadi cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali.
“Yang jelas tujuannya membina atlet di daerah maupun klub-klub di Kaltim, dengan begitu prestasi atlet bisa lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya saat melakukan kunjungannya ke KONI Kaltim untuk melaporkan hasil PON XIX lalu, Jumat (18/11) kemarin..
Sementara itu, Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya mengatakan dirinya sangat mengapresiasi atas prestasi yang dicapai oleh cabang olahraga barongsai tersebut.
“Kalau melihat latihan mereka yang singkat ini, prestasi mereka sudah sangat bagus apalagi kalau latihannya lama, pasti bisa lebih baik lagi, jadi saya berharap ini bisa tetap terus ditingkatkan, karena kedepannya kami berharap barongsai ini bisa menjadi cabor andalan di Kaltim di PON 2020 di Papua nanti,” tuturnya.
Selain itu, Zuhdi juga meminta pembinaan tetap dijalankan di masing-masing daerah, apalagi saat ini sudah terbentuk 5 pengcab seperti Samarinda, Kutim, Bontang, Balikpapan dan Berau.
“Kami harap pembinaan atlet itu berjalan di daerah, karena memang semu cabor itu melakukannya, sehingga nantinya ada regernerasi atlet dari junior ke senior,” pungkasnya. (rgn)